AYOJAKARTA.COM – Capres Anies Baswedan, dalam kunjungan kampanye di Provinsi Lampung mendapat banyak pertanyaan dari mahasiswa.
Selain menyoroti persoalan sosial, ekonomi dan politik, mahasiswa juga mempertanyakan ke Anies Baswedan terkait masalah agraria.
Menanggapi sejumlah permasalahan yang dikeluhkan mahasiswa, capres nomor urut satu Anies Baswedan memberi tanggapan.
Sebagai salah satu upaya melakukan kesejahteraan petani yang menjadi mata pencaharian terbesar di Lampung, Anies menawarkan gagasan Contract Farming.
Contract Farming atau Kesepakatan Pertanian, menurut Anies bisa menjadi salah satu metode efektif untuk mengatasi persoalan di sektor pertanian.
“Contract farming itu bukan mengontrak petani sebagai buruh, bukan itu,” jelas Anies kepada mahasiswa Universitas Malahayati.
Baca Juga: Lagi! Anies Baswedan Kembali Singgung Pembangunan IKN: Digunakan untuk Kebutuhan Tak Urgen
Lebih lanjut, Anies menambahkan kontrak farming merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan antara petani melalui kelompok tani atau koperasi dengan pembeli.
Dengan adanya kerjasama yang bersifat saling menguntungkan tersebut, Anies meyakini akan berdampak pada kesejahteraan petani.
Langkah semacam itu juga sudah sempat diterapkan oleh Anies Baswedan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Setelah kesepakatan mengenai harga dan lama kerjasama disepakati antara Kelompok Tani dengan Pihak Pembeli, maka contract farming bisa dijalankan.
“Dengan adanya kontrak itu, petani menanam dengan rasa tenang karena dia tahu sudah akan ada pembeli,” ungkap Anies.
Baca Juga: Pernah Satu Penjara, Angelina Sondakh Akui Jessica Wongso Orang yang Tertutup
Selain rasa tenang petani, perasaan yang sama juga dialami oleh Pembeli karena sudah ada kesepakatan sebelumnya mengenai harga.
Contract Farming, menurut Anies juga dapat digunakan sebagai salah satu agunan bagi petani untuk pengajuan kredit bank.
“Kalau sampai perlu pinjam, petani punya kontrak, bahwa akan ada yang membeli dengan harga yang sudah disepakati,” tambah Anies.
Adanya kontrak kerjasama dengan petani dengan pembeli, menurut Anies telah membawa dampak positif di masyarakat.
Disamping berdampak secara ekonomis bagi petani, kontrak pertanian juga berdampak langsung kepada pembeli hasil tani.
Dalam skala yang lebih luas, apabila gagasan tersebut diterapkan secara nasional maka akan terjadi dampak yang signifikan bagi petani.
“Kontrak itu menenangkan petani, dan menenangkan pembeli, itulah yang saya maksud dengan contract farming,” jelas Anies.
Sehingga mata rantai peredaran hasil pertanian dari petani hingga ke tangan pembeli bisa dipangkas dan membawa dampak luas secara ekonomis.
“Bila itu kita lakukan di berbagai wilayah, maka petaninya tenang konsumennya juga tenang,” pungkas Anies dikutip Ayojakarta pada Jumat, 8 Desember 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.

Share this article
Selain menyoroti persoalan sosial, ekonomi dan politik, mahasiswa juga mempertanyakan ke Anies Baswedan terkait masalah agraria.