AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan mengunjungi Terminal Baranangsiang Bogor pada tanggal 17 September lalu.
Di sana, Anies Baswedan bertemu dengan para sopir angkot yang ada di terminal tersebut.
Anies Baswedan berdialog dengan para sopir angkot itu membahas juga tentang sistem baru nanti.
Tidak hanya dengan para sopir angkot, tetapi bertemu juga dengan pengelola terminal, pengusaha bus, hingga sopir angkutan umum.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan di Pulai Jawa Naik, Berpotensi Salip Prabowo dan Ganjar
“Hari Minggu kemarin (17/9), mampir ke Terminal Baranangsiang untuk belanja masalah dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, pengelola terminal, pengusaha bus, hingga sopir angkutan umum baik bus maupun angkutan kota (angkot).” dikutip AyoJakarta.com dari caption Instagram @aniesbaswedan.
Pihak ketua DPC Organda Kota Bogor mengatakan bahwa transportasi di sana banyak sekali kendala-kendalanya.
Kemudian Anies Baswedan juga menerima masukan, mendengarkan cerita, pertanyaan, dan keresahan dan ketakutan para sopir angkot terkait sistem baru nanti juga didengarkan.
Perlu diketahui bahwa nantinya seluruh angkot di Indonesia akan diubah sistemnya seperti JakLingko yang ada di Jakarta.
Anies Baswedan mendapatkan saran dari seorang yang mengikuti dialog tersebut seperti ini:
“Apa yang mau dibicarakan kalau misalnya Bapak (Anies Baswedan) jadi presiden, jangan ada terminal bayangan. Sopir angkot kasian, gitu.”
Anies Baswedan juga mendapat keresahan dari sopir angkot yang ikut berdialog di Terminal Baranangsiang Bogor terkait sistem baru nanti.
“Seluruh angkot se-kota madya mau dihilangkan bulan Desember. Itu yang jadi pikiran kami semua,” ujar salah seorang sopir angkot yang dikutip AyoJakarta.com dari reels Instagram @aniesbaswedan.
Kemudian Anies Baswedan bercerita pengalamannya saat awal sistem JakLingko diberlakukan di Jakarta saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Sistem Hukum Indonesia yang Bikin Investor Kabur ke Singapura
Awalnya para sopir di sana marah-marah. Namun, Anies menjelaskan bagaimana bila terjadi perubahan sistem transportasi umum.
Lalu akhirnya merumuskan dan membentuk satu sistem ini serta apa yang dirasakan sopir, pemilik, dan penumpang setelah sistem berlaku.
“Sopirnya tenang, pemilik angkotnya tenang, dan yang tidak kalah penting penumpangnya juga tenang.” ujar Anies dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @aniesbaswedan.
Anies juga menjelaskan bahwa ukuran kemajuan kota salah satunya adalah kendaraan umum.
“Semakin banyak penduduk naik kendaraan umum, semakin luas jangkauan kendaraan umum, maka kota itu makin maju, makin modern,” lanjutnya.
Itulah berita tentang Anies Baswedan berdialog dengan para sopir angkot di Terminal Baranangsiang Bogor, bahas sistem baru nanti. ***