AYOJAKARTA.COM -- Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek, khususnya di Jakarta, Bogor, dan Bekasi, terus menyita perhatian publik.
Di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, ketinggian air telah mencapai lebih dari 1,5 meter, bahkan sudah menyentuh atap rumah, membuat banyak warga terpaksa meminta evakuasi.
Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bencana ini disebabkan oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Cisarua Bogor, 30 Keluarga Mengungsi dan Puluhan Rumah Hancur
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari di wilayah tersebut menyebabkan tanah longsor dan banjir di berbagai titik.
Proses evakuasi warga yang terjebak banjir telah dilakukan oleh tim petugas BPBD dan Basarnas berlangsung intensif di wilayah ini.
Dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, proses evakuasi di Perumahan Pondok Gede Permai dan Komplek Kemang II berlangsung dramatis.
"Di sini, di sekitar Jalan Swatantra 5 yang menghubungkan antara Komplek Pondok Gede dan Komplek Kemang II, ketinggian air tercatat mencapai 2 hingga 3 meter. Banyak kendaraan yang terendam, dan proses evakuasi pun berjalan terus sejak pagi," ungkap Syahda.
Lebih lanjut, Syahda menyampaikan bahwa di beberapa RT di Komplek Kemang II, warga telah menggunakan perahu karet sebagai sarana evakuasi. Terutama untuk warga lanjut usia dan yang memiliki kondisi kesehatan lemah.
"Kami melihat ada relawan dengan rompi dan helm berwarna oranye dari Basnas yang sedang membantu evakuasi, termasuk menjemput korban yang mengalami masalah kesehatan," tambahnya.
Satuan polisi setempat juga turut melaporkan bahwa banjir terjadi di titik pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Cikeas dan Cilengsi, yang semakin memperparah kondisi banjir di daerah tersebut.
Informasi dari warga menyebutkan bahwa banjir mulai terjadi sejak tengah malam dan terus memburuk seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: Mudah! Begini Cara Pantau Banjir di Jakarta Secara Online Lewat HP
Pemda setempat dan BPBD berkoordinasi intensif dengan BNPB untuk segera menetapkan status kebencanaan dan mengalokasikan anggaran bantuan darurat guna membantu para korban.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk mengikuti instruksi evakuasi dan menjauhi area rawan banjir.
Banjir hebat di wilayah Jabodetabek ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari aparat terkait dalam menghadapi bencana alam.
Baca Juga: Bak Lautan! Jakarta Dikepung Banjir, Sejumlah Daerah Terendam Air hingga 1 Meter
Hingga saat ini, proses evakuasi dan penyaluran bantuan terus berlangsung, dengan harapan kondisi akan segera membaik.***