Metropolitan

Tuai Kontroversi, Eks Pengikut Panji Gumilang Ungkap Aliran Dana Ponpes Al Zaytun: dari Jaringan Bawah Tanah

Oleh: Linda Wati Jumat 23 Jun 2023, 07:20 WIB
Pesantren Al Zaytun

AYOJAKARTA.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang belakangan tengah menuai banyak kontroversi dari publik.

Tak sedikit orang yang menilai bahwa Ponpes Al Zaytun memiliki ajaran sesat dari kepercayaan yang dianutnya.

Mulai dari perempuan boleh satu saf dengan pria ketika salat, cara azan yang menyimpang dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Hanya Sampai Idul Adha? Kapan Batas Menyembelih Hewan Kurban, Ini Kata Buya Yahya!

Di tengah persoalan itu, aliran dana Ponpes Al Zaytun yang didapatkan oleh Panji Gumilang pun menjadi tanda tanya.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOveNews pada Jumat 23 Juni 2023, mantan pengikut Panji Gumilang, Anto membeberkan aliran dana yang didapatkan ponpes di Indramayu itu.

Anto mengungkapkan bahwa adanya penggalangan dana yang otomatis anggotanya harus menjadi NII.

“Dalam penggalangan dana untuk kemudian menjadi Al Zaytun itu otomatis harus menjadi anggota NII,” kata Anto, mantan pengikut Al Zaytun.

Baca Juga: Ponpes Al Zaytun Dirujak Massa, Polisi Terjunkan 1.200 Personel dan Pasang Kawat Berduri

Menurut keterangan Anto, sebelum Ponpes terbesar itu dibangun, dana yang diperlukan telah lebih dulu disiapkan yang berasal dari jaringan bawah tanah.  

“Pembangunan dari tahun 96, artinya tahun sebelum itu sudah dipersiapkan dananya. Penggalangan dananya darimana ya itu dari jaringan bawah tanah dari orang-orang yang tergabung dalam kelompok NII,” tutur Anto.

Biaya pendidikan para santri di Ponpes Al Zaytun disebut hampir gratis sehingga keuntungan yang diperoleh oleh Panji Gumilang pun dipertanyakan.

Baca Juga: MUI: Ada Temuan Penyimpangan di Ponpes Al-Zaytun, dari Masalah Akhlak Hingga Kriminal

Menurut keterangan Anto, uang tersebut didapatkan anggota yang telah menjadi NII yang memberikan dana miliaran rupiah setiap bulan.

“Dari mana dia bisa memutar roda organisasi pendidikan begitu besar tanpa ada pemasukan dari luar, darimana uangnya? bukan dari luar negeri, dari dalam negeri. Dari orang-orang NII yang menyetor setiap bulan miliaran untuk memutar roda organisasi.” katanya.

Lebih lanjut, Anto mengungkapkan bahwa Al Zaytun bak Madinahnya Indonesia yang merupakan ibu kota dari NII.

Baca Juga: Buntut Polemik Ponpes Al-Zaytun, Wapres Ma'ruf Amin Akhirnya Turun Tangan Minta Ditindak Tegas!

“Jadi tingkatan wilayah gubernur ini ke bawah inilah ummul qura Ibu Kota NII, Madinah Indonesia itu di Al Zaytun,” ucapnya.

Mirisnya, Anto mengungkapkan bahwa penggalangan dana tersebut karena melegalisasi semua tindakan kriminal.

“Penggalangan dana itu kan karena melegalisasi semua tindakan itu imbasnya pada pribadi-pribadi yang melakukan aksi-aksi kriminal,” kata Anto.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah