AYOJAKARTA.COM – Polemik pembongkaran ruko yang serobot bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara, membuat para pelaku usaha tidak puas.
Pembongkaran ruko yang berada di kawasan Pluit ini dikabarkan karena menyerobot bahu jalan.
Selain menyerobot bahu jalan, ruko tersebut juga menutup saluran air demi mendirikan restoran hingga kafe.
Salah seorang pemilik usaha, yakni Iswanto, mengutarakan ketidakpuasannya dengan kebijakan yang diterapkan oleh Ketua RT 011 Kelurahan Pluit, Riang Prasetya.
Menurut Iswan, Ketua RT tidak berhak membuat kebijakan hingga bingung mengapa para warga disebut sebagai provokator.
Kemudian, Iswan menyampaikan bahwa saat ini, Riang Prasetya belum berani menampakkan diri.
“Kami memprotes kebijakan RT, padahal RT itu tidak berhak membuat kebijakan,” kata Iswanto, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Minggu, 28 Mei 2023.
“Kita pertanyakan dia, dia nggak berani keluar, (dia) bilang kita provokator,” sambungnya.
Iswan mengungkapkan bahwa pembongkaran ruko yang terjadi saat ini membawa dampak terhadap para pelaku usaha seperti dirinya.
Menurutnya, pembongkaran ruko ini akan merugikan para pelaku usaha karena tidak ada tempat untuk berdagang.
Tentu pembongkaran ruko ini akan membuat para pelaku usaha mengalami penurunan omzet yang sangat besar.
Ia pun mempertanyakan bagaimana nasib para pelaku usaha setelah ruko dibongkar.
“Jadi dikemanakan UMKM ini setelah dibongkar? Karyawan di PHK-kan? Makan apa mereka?” ungkapnya.
Selain itu, Iswan melihat bahwa pembongkaran ini justru membuat pemilik usaha mengurangi karyawannya.
Iswan menuturkan bahwa sebagian pelaku usaha yang berada di kawasan ruko sudah memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke beberapa karyawan.
"Sebagian ada (yang sudah di PHK). Tergantung tempat masing-masing lah ya (jumlah yang di PHK)” tutupnya.***