Metropolitan

Tanggal 6 Mei Libur Apa? Kemenag Beri Penjelasan Terkait Perayaan Waisak 2567 BE

Oleh: Admin Rabu 03 Mei 2023, 12:43 WIB
Ilustrasi: Umat Buddha melaksanakan ibadah puja bakti pada perayaan hari raya Waisak 2565 BE di Vihara Tanda Bakti, Jalan Vihara, Kota Bandung, Rabu 26 Mei 2021.


AYOJAKARTA.COM--Banyak masyarakat kebingungan dengan perayaan Waisak 2567 Buddhis Era (BE), apakah 6 Mei atau 4 Juni 2023?

Kata kunci 6 Mei libur apa, kapan jatuhnya Waisak, dan kalender 6 Mei ada apa banyak dicari di mesin Google.

Tak ayal, pencarian kata kunci salah satunya 6 Mei libur apa menjadi trending di Google.

Baca Juga: Apakah 6 Mei 2023 Tanggal Merah Memperingati Hari Waisak? Simak Daftar Libur Nasional Sesuai SKB 3 Menteri

Simak penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) terkait perayaan Waisak yang dikaitkan dengan tanggal 6 Mei 2023.

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi menegaskan perayaan Waisak 2567 BE bertepatan dengan 4 Juni 2023, bukan 6 Mei di tahun yang sama.

"Waisak 2567 BE bertepatan 4 Juni 2023. Ini juga sudah terakomodir dalam Surat Keputusan Bersama antara Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Tenaga Kerja," ujarnya seperti dikutip dari situs Kemenag, Rabu 3 Mei 2023.

Dia meminta masyarakat, utamanya umat Buddha, tidak perlu bingung lagi.

Baca Juga: Apakah 6 Mei 2023 Memperingati Hari Waisak dan Libur? Kemenag Tegaskan Waisak 2567 BE Jatuh pada Tanggal...

Menurut Supriyadi, peringatan detik Waisak hanya ada di Indonesia dengan menggunakan patokan astronomi universal.

Warisan pendahulu umat Buddha ini menjadi sesuatu yang khas Indonesia, sekaligus melambangkan persatuan dan kesatuan umat Buddha Indonesia dari berbagai penggunaan kalender lunar (Tionghoa, Jawa, Bali) dan tradisi agama yang berbeda-beda.

"Pedoman yang dipergunakan dalam penetapan hari raya Tri Suci Waisak dan hari besar Buddhis lainnya di Indonesia adalah Purnama-Sidhi berdasarkan perhitungan Astronomi yang bersifat universal, ilmiah, dan modern," jelasnya.

Dalam penetapan hari besar Buddhis, lanjut Dirjen Bimas Buddha, pergantian hari dimulai pada pukul 12 penetapan tengah malam. Sehingga, upacara puja dapat dilaksanakan sesudah atau tepat pada detiknya.

Baca Juga: Cara Beli Tiket Perayaan Waisak 2023 di Borobudur, Ada Festival Lampion yang Indah dan Megah!

Supriyadi merinci, bahwa satu tahun matahari berjumlah 365 hari. Sedangkan satu tahun lunar habya 355 hari. Sehingga, terdapat perbedaan 10 hari setiap tahunnya.

Pada tahun kabisat lunar, dalam satu tahun terdapat 13 purnama. Pada saat itu, terdapat bulan Waisak ganda.

Maka, perhitungannya berpatokan pada kalender lunar/chandra Buddhis yang sudah menyesuaikan dengan perhitungan kalender matahari/solar-surya.

Atau, perhitungan luni-solar yang setiap satu daur 19 tahun terdapat 7 tahun kabisat lunar dengan 7 bulan sisipan (ekstra, lun, adhikamasa). Adhikasuramasa dilakukan dengan metode pembagi 3.3.3.2.3.3.2. dalam kurun 19 tahun.

Baca Juga: CEK! Ketentuan dan Cara Daftar Event 1000 Lampion di Candi Borobudur Saat Waisak 4 Juni 2023, Kuota Terbatas?

"Tahun 2023 Masehi adalah tahun kabisat lunar di mana terdapat bulan waisak ganda. Maka yang diambil adalah Purnama-Sidhi waisak kedua yang jatuh pada 4 Juni 2023 dengan detik waisak pukul 10.41.19 WIB," tandasnya.

Itulah penjelasan perayaan Waisak 2567 Buddhis Era (BE), apakah 6 Mei libur apa atau 4 Juni 2023.

Reporter Admin
Editor Adi Ginanjar Maulana