AYOJAKARTA.COM — Indonesia diprediksi akan mengalami fenomena El Nino yang mengakibatkan kekeringan.
Prediksi BMKG, Indonesia akan mengalami El Nino pada periode Juni hingga Agustus 2023.
Fenomena El Nino yang mengakibatkan kekeringan ini akibat aliran massa udara basah yang bergerak dari Indonesia hingga Samudra Pasifik.
BMKG menyatakan bahwa kondisi ini tidak akan berlangsung dengan durasi yang cukup lama.
Baca Juga: Masih Membara! Awas Cuaca Panas Ekstrem Masih Melanda Indonesia, Berikut Imbauan dari BMKG!
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan terkait peluang tekait perbedaan suhu yang mengubah cuaca di Indonesia.
"Terdapat peluang atau kemungkinan, sekitar 40 hingga 50 persen, kondisi eksonetral akan bertahan hingga akhir tahun," jelas Dwikorita, dikutip melalui kanal YouTube METRO TV, Selasa, 2 Mei 2023.
Dijelaksan bahwa peluang terjadinya fenomena eksonetral bahkan beralih ke El Nino ini fifty-fifty.
"Kalau netral itu tidak terjadi anomali akibat perbedaan suhu tadi, ini peluangnya fifty-fifty," ungkap Dwikorita.
Baca Juga: Dogiyai Papua Tengah Diguncang Gempa 3,8 Magnitudo, BMKG Minta Ini
"Artinya ada peluang 50 persen akan beralih ke arah El Nino," sambungnya.
Menurut pengertiannya, El Nino ini merupakan sebuah fenomena meningkatnya suhu muka laut Samudra Pasifik yang menyebabkan kondisi iklim menjadi abnormal.
Ini terjadi, kata dia, karena perbedaan tekanan udara akibat peningkatan suhu di perairan Pasifik.
"El Nino itu kebalikan. Suhu muka air Samudra Pasifik saat La Nina itu relatif lebih dingin daripada perairan Indonesia," kata Dwikorita.
Baca Juga: Kepulauan Aru Maluku Diguncang Gempa 3.9 Magnitudo, Ini Kata BMKG
"El Nino itu kebalikan perairan Indonesia yang relatif lebih dingin daripada Samudra Pasifik," tambahnya.
Prediksi terjadinya fenomena El Nino ini yakni pada rentang periode Juni hingga Agustus 2023.
"Anomalinya tipis, perbedaan atau gap suhu tadi tipis, El Nino lemah ini terutama diprediksi pada periode Juni, Juli, Agustus," jelas Dwikorita.
"Berdasarkan catatan sejarah masa lalu, El Nino kategori lemah yang terjadi setelah pertengahan tahun yaitu Juni, Juli, Agustus," tambahnya.
Fenomena El Nino umumnya berlangsung dengan durasi tidak cukup lama.***