AYOJAKARTA.COM--Ustaz Abdul Somad memastikan bahwa jamaahnya sudah mengetahui bahwa surga terletak di bawah telapak kaki seorang ibu.
Namun Ustaz Abdul Somad mendapat pertanyaan dari salah satu jamaahnya, bagaimana jika seorang ibu memilih untuk murtad? Apakah masih terdapat surga di telapak kakinya?.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kajian Taqwa (31/3/2023),Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa darah seorang muslim sudah tidak lagi halal jika melakukan 3 hal berikut :
1.Seorang pembunuh
2. Seseorang yang melakukan zina
3.Seseorang yang murtad
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa seorang muslim yang melakukan pembunuhan maka darahnya dianggap sudah tidak halal lagi maka akan dijatuhi hukuman mati.
Begitupun dengan seseorang yang melakukan perbuatan zina, Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa orang ini pantas untuk mendapat hukuman ditanam pada tanah.
Sedangkan seseorang yang murtad juga pantas mendapatkan hukuman mati, menurut Ustaz Abdul Somad.
Menurut Islam, murtad adalah meninggalkan atau keluar dari agama Islam untuk memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir.
Tetapi Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa bagaimanapun seorang anak tidak boleh durhaka kepada orang tuanya.
“Hukum orang yang murtad dalam Islam, hukuman mati, iya. Apakah boleh anak durhaka pada orang tua? Tetap tidak,” kata Ustaz Abdul Somad.
Jika seseorang dihadapkan dengan orang tua yang agamanya bukan Islam dan dipaksa untuk mengikuti agama orang tua maka Ustaz Abdul Somad menyampaikan untuk menolaknya.
Namun meskipun agama orang tua bukan Islam, seorang anak masih memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua dan berhubungan dengan baik.
Ustaz Abdul Somad menyarankan untuk tetap berbaik hati kepada orang tua dan kalau bisa kirimkan orang tua ceramah-ceramah dari para ustaz agar tergugah hatinya.
Berbeda dengan murtad, terdapat kebalikannya yaitu mualaf. Mualaf berasal dari bahasa Arab yang berarti dilembutkan hatinya.
Karena pada saat seseorang mengalami gejolak batin ketika memeluk agama lain, hatinya diluluhkan serta dilembutkan oleh Allah sehingga akhirnya memilih untuk memeluk agama Islam.
Seorang mualaf memiliki kemuliaan yaitu segala dosa dan keburukannya akan dihapus oleh Allah dan kebaikannya akan mendapat pahala yang lebih.***