Metropolitan

975 Rumah Terpaksa BABS, Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Solusi Ini

Oleh: Fina Salsabila Aura Senin 11 Agu 2025, 14:05 WIB
Jakarta terus berjuang memberikan akses sanitasi yang layak untuk semua warganya melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

AYOJAKARTA.COM - Jakarta terus berjuang memberikan akses sanitasi yang layak untuk semua warganya melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Meskipun sudah banyak kemajuan, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi karena ternyata masih ada 975 rumah tangga atau sekitar 0,04% warga Jakarta yang belum memiliki jamban dan terpaksa buang air besar sembarangan (BABS).

Selain itu, sebanyak 6,62% warga masih menggunakan jamban tanpa septic tank yang memadai, sehingga limbah langsung terbuang ke sungai atau saluran air.

Baca Juga: Siap-siap! BPNT Rp600.000 Mulai Cair Agustus 2025, Begini Cara Cek Status Kamu

Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebarkan penyakit seperti diare, infeksi cacing, bahkan virus E.Coli yang bisa menyebabkan stunting pada anak-anak.

Untungnya, sebagian besar warga Jakarta yaitu 93,34% sudah memiliki sanitasi layak dengan jamban dan septic tank yang memenuhi standar kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta tidak tinggal diam menghadapi masalah ini dan menghadirkan solusi inovatif berupa septic tank komunal terintegrasi teknologi biogas yang telah dibangun di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur.

Fasilitas canggih ini bisa melayani 688 kepala keluarga atau sekitar 2.064 jiwa, dan yang menarik adalah tidak hanya menyelesaikan masalah sanitasi tapi juga menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat.

Sistem ini bekerja dengan cara mengumpulkan limbah dari toilet warga rusun, kemudian limbah tersebut mengalir dan tertampung ke dalam bak inlet biogas untuk difermentasi secara alami selama 14-30 hari.

Baca Juga: Bukti Kota Ramah Anak, Jakarta Sabet PROVILA 2025: Dari Forum Anak hingga RPTRA

Hasil fermentasi ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti rice cooker biogas, kompor biogas, dan lampu biogas, serta menghasilkan pupuk padat dan cair biogas yang berguna untuk masyarakat sekitar.

Program sanitasi layak ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga membutuhkan kolaborasi aktif dari masyarakat dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Warga diharapkan berperan aktif dalam pengelolaan air limbah yang layak di sekitar rumah dan lingkungannya, seperti memastikan septic tank sesuai standar dan tidak membuang limbah sembarangan.

Bagi yang belum memiliki akses sanitasi memadai, pemerintah siap membantu dengan menghubungkan mereka ke Perumda PAL Jaya untuk pembangunan infrastruktur sanitasi yang layak dan aman.

Dengan kerja sama semua pihak, Jakarta optimis bisa mewujudkan target 100% akses sanitasi layak dan aman, sehingga tidak ada lagi warga yang harus buang air besar sembarangan.

Mari bersama-sama menjaga lingkungan yang bersih dan sehat dengan mendukung program sanitasi layak ini demi masa depan Jakarta yang lebih baik.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky