Metropolitan

Anak Pejabat Pajak Melakukan Penganiayaan, Sri Mulyani Meradang: Saya Instruksikan Tim Kemenkeu...

Oleh: Arif Rakhmat Prakoso Rabu 22 Feb 2023, 16:16 WIB
Anak dari salah satu pejabat Ditjen Pajak mengundang Kementerian Keuangan, Sri Mulyani menanggapi kasus penganiayaan ini.

A YOJAKARTA.COM- Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut berkomentar mengenai viralnya berita penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak kepada putra dari salah satu petinggi GP Ansor.

Melalui Instagramnya @smindrawati, dirinya mendapatkan laporan penganiayaan yang ramai di media sosial pada Selasa (21/2/2023) malam.

Viralnya berita tersebut turut ditanggapi oleh Sri Mulyani karena menyangkut pautkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak dari salah satu pejabatnya di Ditjen Pajak (DJP) dengan instansinya.

Baca Juga: Kelelahan Harus Gantikan Peran Ferdy Sambo-Putri Candrawathi, Trisha Eungelica Posting di TikTok: Nyicil Tidur

Dan yang membuat dirinya tambah meradang, tersangka berinisial MDS tersebut sering memamerkan harta kekayaan milik orang tuanya di media sosial.

Diketahui, ayah dari tersangka MDS merupakan Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II dengan inisial RAT.

Dengan ramainya berita tersebut, hingga Sri Mulyani menginstruksikan beberapa catatan kepada para pejabat Kemenkeu.

"Kemenkeu mengecam tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan - dan mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang," tulis @smindrawati di poin pertama, yang dikutip oleh AyoJakarta.com

Baca Juga: Sri Mulyani Menindak Tegas Pelaku Penganiayaan yang Dilakukan Anak Direktorat Pajak Pakai Mobil Rubicon

"Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kementrian Keuangan dan menciptakan reputasi negatif kepada seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih dan profesional," tambahnya di poin kedua.

"Kemenkeu terus melakukan langkah konsisten untuk menjaga integritas seluruh jajaran Kementrian Keuangan, dengan menerapkan tindakan disiplin bagi mereka yang melakukan korupsi dan pelanggaran integritas. Irjen Kemenkeu melakukan langkah sesuai aturan untuk penyelidikan jajaran yang ditengarai melanggar aturan dan Kemenkeu terus melakukan tindakan disiplin sesuai aturan ASN yang berlaku," tegasnya di poin terakhir.

Sri Mulyani juga mewanti-wanti kepada seluruh jajaran di Kemenkeu bahwa kepercayaan dari publik merupakan hal yang esensial.

Lanjutnya, kepercayaan dari publik juga merupakan salah satu fondasi yang harus dijaga bersama dan tidak bisa dikompromikan.

Baca Juga: Diduga Anak Pejabat Pajak, Sosok Ini Berani Aniaya dan Culik Pria di Jaksel, Kini Jadi Tersangka dan Ditahan

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang ikut mengontrol dan membantu pemerintahan.

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan yang terus ikut memonitor dan menjaga kami. Mari kita jaga dan bangun bersama Indonesia," tutup Sri Mulyani.

Diketahui sebelumnya berita ini menjadi viral saat salah satu akun pengguna platform Twitter @ruhulmaani, memblow up peristiwa penculikan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh MDS kepada korban dengan inisial D, putra dari salah satu petinggi GP Ansor.

Kronologi kejadian pada tanggal 20 Februari 2023, korban D tengah bermain di rumah temannya. Lalu korban di WA oleh mantan pacarnya yang ingin mengembalikan Kartu Pelajar.

Baca Juga: Karyawan Jomblo dengan Gaji Rp5 Juta Tetap Kena Pajak 0.5 Persen, Menteri Keuangan: Adil Bukan

Kemudian korban membagikan lokasi dimana dirinya berada, yakni di rumah temannya. Tak berselang lama, datang sebuah mobil Jeep Rubicon yang sudah menanti di depan rumah teman si korban.

Disebutkan terdapat empat orang yang berada di dalam mobil Rubicon hitam itu. Tak butuh waktu lama korban D diajak ke sebuah gang kosong dan dianaya.

Korban D dianiaya oleh dua pelaku yang saat ini sudah diamankan di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Korban D dikabarkan mengalami luka serius di bagian muka, dan hingga tanggal 21 Februari 2023 korban D dikabarkan belum sadarkan diri.***)

Reporter Arif Rakhmat Prakoso
Editor Vincensia Enggar Larasati