AYOJAKARTA.COM - Gibran Rakabuming Raka merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.
Kabar mengenai Gibran senantiasa ditunggu oleh banyak orang.
Belum lama ini, Gibran kembali menjadi pusat perhatian warganet.
Hal ini terkait dengan beredarnya video yang diklaim milik Gibran tengah dihancurkan oleh beberapa orang.
Baca Juga: Ditanya Soal Vonis Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Jokowi: Itu Kewenangan Yudikatif
Narasi dalam thumbnail video menjelaskan kejadian tersebut terjadi usai Gibran memposting foto Anies sedang memakai baju KPK.
Benarkah informasi tersebut dapat dipercaya?
Dikutip Ayojakarta.com dari laman turnbackhoax.id pada Kamis (16/2/2023), berikut hasil penelusuran terkait video tersebut.
Sebuah channel Youtube mengunggah video dengan narasi yang mengklaim bahwa mobil Gibran Rakabuming Raka diserang akibat mengunggah foto Anies Baswedan mengenakan baju KPK.
Video tersebut diunggah ke Youtube oleh channel Info Populer pada 9 Januari 2023.
Pada Kamis (16/2/2023), video tersebut telah ditonton lebih dari 249 ribu kali.
Faktanya judul dan isi video tidak saling berkaitan.
Setelah ditelusuri, video unggahan tersebut hanya berisi potongan video yang digabung menjadi satu.
Beberapa potongan dalam video tersebut berisi tanggapan dari beberapa pihak mengenai cuitan Gibran yang mengunggah foto Anies Baswedan masuk gorong-gorong.
Thumbnail dalam video tersebut juga merupakan gambar editan yang menampilkan beberapa orang melakukan perusakan mobil.
Gambar tersebut identik dengan gambar yang diunggah oleh detik.com pada artikel yang berjudul "Di Tengah Demo Omnibus Law di Surabaya, Sekelompok Remaja Rusak Mobil Polisi" yang tayang pada 8 Oktober 2020.
Baca Juga: Singgung Soal Hubungannya dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno: Kita Tidak Boleh Baperan
Foto yang diunggah Gibran juga merupakan fot Anies mengenakan rompi berlogo Pemprov DKI Jakarta yang sedang membersihkan gorong-gorong.
Dari fakta diatas, klaim bahwa mobil Gibran dihancurkan usai posting foto Anies memakai baju KPK tidak terbukti benar atau hoaks.***