AYOJAKARTA.COM - Sidang putusan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo akan digelar hari ini, Senin (13/2/2023).
Setelah berbulan-bulan menjalani persidangan, akhirnya nasib hidup dan mati Ferdy Sambo akan ditentukan oleh majelis hakim.
Tak hanya Ferdy Sambo saja, Putri Candrawathi juga akan menjalani sidang vonis di hari yang sama seperti suaminya.
Jadi, nasib pasangan suami istri tersebut akan ditentukan oleh hakim pada hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sementara itu, beberapa terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J yang lainnya akan menjalani sidang di hari selanjutnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Polres Metro Jakarta Selatan telah menyiapkan tim gegana untuk mengawal sidang vonis terhadap terdakwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com Tim khusus dari kepolisian itu didatangkan oleh kepolisian untuk mengantisipasi adanya tindak pengeboman berencana saat sidang berlangsung.
Baca Juga: Aturan Baru KUR 2023 Sudah Berlaku, Yang Sedang Cari Uang Pinjaman Wajib Tahu!
Menurutnya, penyiapan tim gegana sangat diwajibkan untuk mengawal agenda penting sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jaksel memastikan timnya akan langsung menyisir lokasi dan bersiap untuk mengamankan jalannya sidang.
"Gegana itu wajib karena khawatir ada bom atau apa, mereka menyisir dan bersiap (stand by)," kata kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, di Jakarta, Sabtu (11/2/2023).
Sementara itu, Nurma menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari dua ratus personel gabungan dari Polres Metro Jaya, Polres Jaksel, dan juga tim Brimob Gegana.
Baca Juga: Begini Cara Membuat KTP Digital Online Selengkapnya, Sangat Mudah Pasti Berhasil!
Ratusan anggota polisi ini disiapkan tak lain dan tak bukan untuk melakukan pengamanan selama sidang kasus pembunuhan Brigadir J digelar hari ini.
Tak hanya itu saja, ia juga menyebutkan bahwa para anggota polwan ikut turun tangan dalam pengamanan momen terpenting sepanjang sejarah hukum Indonesia itu.
"Pengamanan pasti diperketat dan jumlahnya masih direkap yang pasti lebih dari 200 personel karena Polwan juga turun semua," tambahnya.***