Metropolitan

Sebut Budaya Siri Na Pacce, Amsal Sampetondok Tegas Bela Ferdy Sambo: Dia Membunuh Bukan Tanpa Alasan

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Kamis 09 Feb 2023, 20:37 WIB
Singgung budaya siri na pacce, paman Ferdy Sambo yakni Amsal Sampetondok membela keponakannya agar diberi keringanan hukuman.

AYOJAKARTA.COM - Jelang sidang vonis, paman Ferdy Sambo yakni Amsal Sampetondok muncul di media lalu bersikeras membela keponakannya agar diberi keringanan hukuman.

Paman Ferdy Sambo ini juga menyinggung bahwa tindak pidana pembunuhan Brigadir Yosua bukan tanpa alasan.

Amsal Sampetondok menyebut Ferdy Sambo terlahir dari keluarga dengan budaya siri na pacce yang berarti berani berkorban demi keluarga. Dalam hal ini yakni tentunya terhadap sang istri, Putri Candrawathi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jadi Ancaman Negara, Ferdy Sambo Simpan Uang Cash Sebesar 155 Triliun Agar Lolos Hukuman Mati

Sehingga, Amsal membela bahwa Ferdy Sambo terpaksa melakukan tindak pidana tersebut lantaran kecintaan terhadap istrinya.

Jadwal sidang vonis Ferdy Sambo akan dilaksanakan pada Senin, 13 Februari 2023 mendatang.

Pihak keluarga tentunya memohon agar penuntut umum dan hakim dapat mempertimbangan putusan vonis hukuman dengan seadil-adilnya.

Dalam sebuah acara TV, Amsal Sampetondok menyampaikan harapan besar keluarga atas putusan hakim di sidang vonis mendatang.

Bahkan, Amsal mewakili keluarga besar Ferdy Sambo memohon agar terdakwa tidak dihukum berat.

Baca Juga: Menerawang Misteri Buku Hitam Ferdy Sambo, Berisi Catatan Kelam Mantan Kadiv Propam dan Api di dalam Sekam?

Menurutnya, sepanjang terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terpaksa mendekam di penjara itu sudah menjadi suatu penderitaan yang besar.

"Kami mohon, dengan sangat mohon-mohon jangan dihukum berat. Apalagi selama menjalani hukuman hingga saat ini, begitu besar penderitaan yang dialami Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi," kata Amsal, dikutip dari SuaraSulsel.id, Kamis, 9 Februari 2023.

Selain itu, Amsal menilai, tuntutan yang dijatuhkan kepada Ferdy Sambo yakni hukuman penjara seumur hidup terlalu berlebihan.

Amsal juga bersikeras atas keterangan Putri Candrawathi yang menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jenderal Besar Polri Bekingan Ferdy Sambo Berhasil Diringkus Hingga Tak Berkutik di Markas Besar

Sehingga, ia menilai tuntutan hukuman 8 tahun penjara yang diberikan kepada Putri Candrawathi tidak pantas melihat statusnya sebagai korban pelecehan seksual.

"Hukuman seumur hidup, berlebihan sepertinya. Kok yang korban dihukum 8 tahun? ya gak pantaslah, mbak," tutur Amsal.

Amsal juga menegaskan bahwa perbuatan tindak pidana pembunuhan terhadap Brigadir Yosua itu bukan tanpa Alasan.

"Berikanlah keringanan, tidak mungkin perbuatan (pembunuhan) kalau tidak ada alasannya," ujar Amsal.

Paman Ferdy Sambo ini begitu yakin, keponakannya sangat terpukul ketika sang istri, Putri Candrawathi menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga: CEK FAKTA: Jenderal Besar Polri Bekingan Ferdy Sambo Berhasil Diringkus Hingga Tak Berkutik di Markas Besar

Terlebih lagi, sepanjang persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Putri Candrawathi diketahui banyak mendapat cibiran yang tentu menyayat hati Ferdy Sambo.

"Begitu besar PC sudah korban, kemudian dibully, kemudian gelombang besar masuk. Bagaimana perasaan seorang Ferdy Sambo dan Putri dicaci, difitnah, ini yang harus jadi pertimbangan (majelis hakim)," ungkap Amsal.

Kemudian, Amsal juga menyinggung bahwa keluarga mereka berasal dari daerah Sulawesi Selatan.

Dimana di daerah tersebut terkenal dengan budaya siri na pacce yakni merupakan falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yang menunjukkan sikap rela berkorban dalam solidaritas.

Dalam hal ini, Amsal menegaskan bahwa seorang Ferdy Sambo pasti akan berani berkorban demi keluarganya termasuk Putri Candrawathi.

Baca Juga: Bikin Onar di Klub Malam Trisha Eungelica Putri Ferdy Sambo Diseret Polisi, Nyusul Ayah Ibu Nih? Cek Faktanya!

“Kami ini orang Sulsel, itu adalah siri, itu harkat martabat saya, saya korbankan demi keluarga saya,” kata Amsal.

“Karena begitu teriris Ferdy Sambo, ini yang dia pertaruhkan sehingga terjadi, sebenarnya enggak ada (niat), siapa yang niat mau membunuh? Enggak ada,” sambungnya.

Harapan keluarga Ferdy Sambo agar penuntut umum dan hakim dapat mempertimbangkan putusan vonis terdakwa.

"Hanya satu saya minta pertimbangan JPU dan Majelis Hakim, bahwa mari kita mengambil dari diri sendiri, istri saudara, istri kita dibully seperti itu. Apakah tidak ada tindakan emosional secara manusiawi?," jelas Amsal.

"Ini ada hukum sebab akibat, kucing saja atau anjing tidak berani kita tembak, untuk apa? karena begitu teriris Ferdy Sambo ini, dia pertaruhkan keluarganya sehingga ini terjadi. Siapa yang mau niat membunuh, itu gak ada," sambungnya.***

 
Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana