AYOJAKARTA.COM – Saran dan bahkan kritik pedas banyak disampaikan oleh warganet tentang Masterchef Indonesia Season 10.
Komentar itu disampaikan melalui media sosial Twitter, salah satunya mengatakan bahwa Juri Masterchef Indonesia (MCI) telah kehilangan kemampuan untuk mengkurasi masakan.
Adapun warganet yang mengomentari tentang tampilan masakan Masterchef Indonesia yang kurang baik.
“Masterchef Indonesia makin kehilangan pesonanya sebagai tayangan yang menghibur. Keseluruhan acara makin ngebentuk pola, terus sisanya hanya drama,” ketik akun Twitter @goodhan.
Baca Juga: Profesor Ini Tegas Bela Richard Eliezer: Pangkat Rendah Bongkar Kasus Besar di Lembaga Terhormat
Akun Twitter tersebut menyampaikan bahwa Masterchef Indonesia terlalu banyak drama, padahal yang diinginkan dari penonton adalah kreasi dari kontestan, ia menduga bahwa kualitas MCI yang menurun disebabkan oleh juri-jurinya yang kurang mendorong para peserta untuk menjadi lebih baik.
“Apakah juri sudah jenuh dan kehilangan kemampuan kurasinya?” ketiknya bertanya-tanya.
Ia menuliskan bahwa Chef Juna terlalu sering mengomentari ranah personal, Chef Arnold kerap kali menghakimi soal vocabulary para kontestan.
Jadi hanya Chef Renata yang dinilai memberikan komentar membangun dan tepat sasaran. Di samping itu, menu-menu yang ditampilkan para kontestan pun tak luput dikritik.
“Menu-menu juga semakin terlihat memprihatinkan dan seperti kekurangan motivasi. Dari mulai churos obat nyamuk sampai menu prasmanan warteg dibawa ke galeri,” ketiknya.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Kronologi Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak: Konsumsi Obat Merk Praxion
Chef Arnold sebagai salah satu juri yang paling aktif di Twitter memberikan komentar terhadap kritikan warganet tersebut.
Menanggapi kritik yang mengatakan bahwa juri tidak bisa memberikan notes kepada tim kreatif tentang apa saja yang bisa ditayangkan, Chef Arnorld menuliskan bahwa komentar-komentar dari para juri memang seharusnya ditayangkan.
“Siapa bilang? Juri kasih notes, sekarang kalau ngga ditayangkan mau apa yang ditayangkan? Ngulang taping dan challengenya diulang lagi?” jawab Chef Arnold.
Namun walaupun mendapat kritikan, Chef Arnold memuji bahwa kritikan yang didapatnya merupakan bentuk dari kecintaan dan kepedulian penonton.
“Semua kritikan warganet tentang Masterchef ini sangat bagus dan pastinya didengarkan dan sampaikan ke para kontestan. Terima kasih atas kecintaan dan kepedulian,” ketik Chef Arnold.
Setelah menanggapi kritikan warganet, Chef Arnold menganggap bahwa kritikan tersebut bersifat membangun dan menginginkan Masterchef Indonesia agar lebih baik lagi.
Ia memiliki harapan bahwa kritikan dapat membuat para kontestan lebih gigih dan menunjukan kemampuan terbaiknya.
“Seru baca kritikan konstruktif dari warganet. Setiap season pasti ada kurang dan lebihnya, dan semoga yang disampaikan bisa membuat semuanya semangat terutama kontestan lebih gigih lagi menunjukan skill mereka, dan menjadi pemenang yang berkualitas siapapun itu,” ketik Chef Arnold.***