AYOJAKARTA.COM – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) yakni Sugeng Teguh Santoso membeberkan fakta mengejutkan soal kasus hukum yang tengah menjerat mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.
Untuk diketahui, Ferdy Sambo terjerat kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan saat ini ia sedang menanti vonis hakim yang akan dibacakan pada sidang tuntutan pada 13 Februari 2023 nanti.
Tentunya banyak pihak yang penasaran apakah nantinya Ferdy Sambo akan divonis lebih berat dari tuntutan jaksa atau justru lebih ringan.
Sugeng Santoso selaku Ketua IPW (Indonesia Police Watch) kemudian buka suara terkait kasus hukum yang tengah menjerat Ferdy Sambo tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Uya Kuya TV pada (31/1/23), Sugeng Teguh Santoso menuturkan jika Ferdy Sambo memiliki sumber informasi terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dalam institusinya.
“Sambo ini mempunyai sumber daya informasi terkait dengan jabatan dan kewenangan dia sebagai Kadiv Propam yang adalah polisinya polisi,” ujar Sugeng Teguh Santoso kepada Uya Kuya.
“Mungkin buat Sambo banyak pelanggaran-pelanggaran hukum yang dia ketahui yang tidak dia buka atau mungkin dilindungi,” imbuhnya.
Uya Kuya lantas menuturkan apakah hal tersebut juga berhubungan erat dengan buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo dalam setiap persidangan.
“Atau berhubungan dengan buku hitam yang dipegang-pegang?” tanya Uya Kuya.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kemudian mengatakan jika buku hitam tersebut digunakan oleh Ferdy Sambo sebagai sinyal.
“Nah itu dia, ada sinyal-sinyal Sambo ya kalau didengar oleh orang-orang yang mungkin pernah dia periksa, mungkin diketahui pelanggaran sinyal itu sangat jelas,” ungkap Ketua IPW.
Sugeng Teguh Santoso juga menambahkan, “Informasi itu tidak boleh dia buka karena kalau informasi itu dia buka, dibunuh dia.”
Selain mengungkap soal buku hitam Ferdy Sambo, Ketua IPW tersebut juga menyebut jika Perwira Tinggi yang melakukan pelanggaran akan dapat imunitas sedangkan Perwira menengah ke bawah akan langsung disikat.
“Pelanggaran-pelanggaran oleh Perwira Tinggi cenderung dilindungi atau diberikan imunitas kalau Perwira Tinggi
Kalau Perwira Menengah ke bawah udah lah disikat lah,” tegas Sugeng Teguh Santoso.
Lebih lanjut Sugeng Teguh Santoso juga menambahkan, “Apalagi kalau antara mereka bergabung dalam satu kelompok-kelompok tertentu, ini juga dipertimbangkan ya. Tapi Sambo tahu rahasia-rahasia itu.”
***