Metropolitan

Waduh! Harga BBM Pertalite Bakal Naik Lagi? Ternyata yang Dijual Sekarang Bukan Harga Sebenarnya

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 31 Jan 2023, 19:10 WIB
Ilustrasi, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite saat ini dijual dengan harga Rp10 ribu per liter, yang ternyata bukan harga sebenarnya.

AYOJAKARTA.COM – Harga BBM jenis Pertalite penting untuk diketahui bagi para penggunanya.

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite saat ini dijual dengan harga Rp10 ribu per liter.

Namun, harga tersebut bukanlah harga keekonomian yang sesuai walaupun harga minyak dunia kini terus menurun.

Baca Juga: BBM Non Subsidi Turun! Pemerintah Janjikan Harga Pertalite Turun Jika Hal Berikut Ini Terjadi

Mengenai harga BBM Pertalite, Tutuka Ariadji selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM memberikan penjelasan.

Menurut Tutuka Ariadji, saat ini tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menurunkan harga jual BBM Pertalite.

“Harga (minyak dunia) yang kemarin turun agak rendah itu ternyata kalau kami cek masih ada di sekitar Rp1000 berapa gitu (selisihnya) dengan harga Pertalite yang saat ini,” kata Tutuka dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Selasa, 31 Januari 2023.

Baca Juga: Daftar Harga Terbaru BBM Non-Subsidi yang Turun di Seluruh Provinsi, Apakah Pertalite Termasuk?

Tutuka menyampaikan seharusnya BBM jenis Pertalite ini mengalami kenaikan harga.

Diketahui, seharusnya BBM Pertalite mengalami kenaikan sebesar Rp1000 per liternya.

Kenaikan harga tersebut mengacu pada perhitungan harga minyak dunia.

“Jadi harga keekonomiannya masih tinggi Rp 11 ribu. Jadi kami tidak mengubah harga Pertalite yang disubsidi tadi,” ucapnya.

Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kedepannya pemerintah akan menurunkan harga jual BBM Pertalite.

Baca Juga: Mantap! Harga Pertamax 2023 Turun, Pertalite Ikut Turun Harga?

Akan tetapi, ini semua tergantung pada bagaimana kondisi pergerakan harga minyak dunia.

Tutuka kemudian menjelaskan bahwa Kementerian ESDM dan khususnya Ditjen Migas terus memantau perkembangan harga minyak dunia.

Ini karena, belakangan ini harga minyak dunia cenderung naik lagi.

“Nanti kalau ada terjadi perubahan ke bawah, kami akan evaluasi, kalau memang harga minyak turun betul. Kalau kami lihat harga minyak itu peak lagi, naik lagi sekarang. Jadi kami belum ubah karena kondisinya memang belum, masih di atas harga keekonomian Pertalite saat ini yang disubsidi,” tuturnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana