Metropolitan

Ramai PHK di Indonesia, Angka Pengangguran di DKI Jakarta Meningkat? Ternyata Masuk Kategori Menengah TPT

Oleh: Admin Jumat 08 Agu 2025, 11:22 WIB
Ilustrasi. Pengangguran di DKI Jakarta

AYOJAKARTA.COM - Salah satu yang menjadi perhatian akhir-akhir di Indonesia ialah banyaknya Pemutusan Hak Kerja (PHK) di tahun 2025 yang menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia.

Lantas bagaimana dengan kondisi di Ibu Kota DKI Jakarta?

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, untuk menekan angka pengangguran baru-baru ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi baru saja menggelar job fair atau bursa kerja.

Baca Juga: 9 Negara Ikut Berpartisipasi, IndoBeauty Expo 2025 Kembali Hadir Selama 3 Hari di JIExpo Kemayoran!

Dalam acara bursa kerja yang dilakukan oleh Pemprov DKI, setidaknya 1.367 pencari kerja berhasil menandatangani kotrak kerja.

Hal ini disampaikan oleh Syaripudin selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta.

Angka dari 1.357 pekerja ini bukan hanya yang berhasil masuk di tahap awal namun sudah melalui hingga proses akhir.

Tentu banyaknya pekerja yang berhasil mendapatkan pekerjaan mejadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Misi Kemanusiaan, Warga Gaza akan Pindah ke Pulau Galang Riau? Ramai Gerakan Riau Merdeka

Sebagai informasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta di tahun 2025 jauh lebih tinggi yakni 6,18% yang sebelumnya berada di angka 6,03%.

Bahkan Jika melihat persentase dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Ibu Kota Indonesia ini masuk ke dalam TPT dengan kategori menengah.

Berikut provinsi dengan TPT tertinggi hingga terndah dari data BPS update Februari 2025

1. Papua : 6,92%

2. Kepualauan Riau: 6,89%

3. Jawa Barat : 6,74%

Baca Juga: Gonjang-ganjing Raperda KTR, Bar dan Kelab Malam di Jakarta Masuk Kawasan Tanpa Rokok, Kok Bisa?

4. DKI Jakarta : 6,18%

5. Papua Barat : 4,21%

6. Bengkulu : 3,12%

7. Gorontalo : 3,12%

8. Bali : 1,58%

Sebagai Kota Metropolitan, tentu angka pengangguran harus jadi perhatian pemerintah terlebih ketika tren PHK Indonesia yang ramai menjadi sorotan.***

Reporter Admin
Editor Jinan Vania Barizky