AYOJAKARTA.COM – Salah satu hasil dalam sidang kabinet paripurna pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu adalah dimulainya misi kemanusiaan bagi warga Gaza ke Pulau Galang, Riau.
Sebanyak 2000 warga Gaza, dalam waktu dekat akan secara bertahap dipindahkan ke Pulau Galang yang berada di Provinsi Riau, untuk proses pengobatan dan pemulihan.
Dipilihnya Pulau Galang, Riau sebagai lokasi pemulihan bagi warga Gaza, selain karena telah tersedia fasilitas kesehatan juga lokasinya yang relatif terpisah dari penduduk lokal.
Baca Juga: Mirip PRJ, Event Jakarta Ramayana Fair Kembali Hadir di Akhir Pekan! Ada Nirina Zubir Loh
Pernyataan terkait rencana pemerintah melakukan misi kemanusiaan bagi warga Gaza, disampaikan langsung oleh Hasan Nasbi selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
“Pulau Galang itu kan tempatnya terpisah dari warga kita yang bermukim, jadi lebih mudah diatur, dan ini bukan evakuasi ya,” ujar Hasan dikutip Ayojakarta dari Metro TV.
Dalam keterangan resminya, Hasan juga menyebut warga Gaza yang akan menjalani pengobatan akan segera dikembalikan ke negara asal setelah pulih.
Pulau Galang yang terletak di Provinsi Riau, saat pandemi juga sempat dijadikan sebagai lokasi karantina bagi para penderita Covid-19 dan pengungsi perang Vietnam saat Orde Baru.
Di tengah mencuatnya nama Pulau Galang yang akan dijadikan pemerintah sebagai lokasi pengobatan bagi warga Gaza, Provinsi Riau juga mendapat sorotan khusus dari Sri Radjasa.
Baca Juga: Gonjang-ganjing Raperda KTR, Bar dan Kelab Malam di Jakarta Masuk Kawasan Tanpa Rokok, Kok Bisa?
Disampaikan saat menjadi narasumber pada sebuah siniar, mantan Intelijen Negara tersebut mengaku mendapat informasi adanya pergerakan bawah tanah di provinsi Riau.
Berdasarkan sumber yang dipercaya, Kolonel (Purn) Sri Radjasa mempercayai bahwa gerakan bawah tanah tersebut, diprakarsai oleh para pendukung Jokowi.
“Beberapa hari lalu, para pendukung Jokowi di Riau mengadakan rapat gelap membahas gerakan Riau Merdeka,” ujar Sri Radjasa.
Indikasi adanya potensi ancaman disintegrasi, menurut Sri Radjasa karena para pendukung Jokowi yang semakin intens berkomunikasi dengan kelompok pro kemerdekaan.
Sri Radjasa menambahkan, geliat adanya gerakan bawah tanah di Riau mulai terjadi usai Presiden Prabowo memberikan amnesti dan abolisi kepada dua terpidana korupsi.
Dalam salah satu hasil keputusan rapat gelap tersebut, Sri Radjasa menyebut para pendukung Jokowi di Riau saat ini tengah merapatkan barisan.
Setelah semua skema rencana terpenuhi, langkah berikutnya yang diprediksi akan dilakukan oleh para pendukung Jokowi adalah dengan mendeklarasikan Riau Merdeka.
Selain Riau, gerakan bawah tanah untuk menghembuskan disintegrasi juga diduga berlangsung di Aceh, Bali, Papua, Minahasa.
“Mereka menyusun kekuatan massa dulu, baru nanti deklarasi Riau Merdeka,” ungkap Sri Radjasa dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV. ***

Share this article
Hasil sidang kabinet paripurna pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu adalah dimulainya misi kemanusiaan bagi warga Gaza ke Pulau Galang, Riau