Metropolitan

Soleman Ponto Curigai Jaksa: Semula Tegas Tiba-Tiba Turun saat Beri Tuntutan pada Ferdy Sambo, Apa Alasannya?

Oleh: Putri Ratnasari Rabu 25 Jan 2023, 13:23 WIB
Pengamat intelijen Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto masih menyoroti kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo.

AYOJAKARTA.COM - Pengamat intelijen Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto masih menyoroti kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo.

Terlebih, usai jaksa memberikan tuntutan hukuman penjara seumur hidup pada Ferdy Sambo, Soleman Ponto makin vokal soal kasus ini.

Diungkap Soleman Ponto, jika ketegasan jaksa pada Ferdy Sambo bak grafik yang menurun.

Baca Juga: Isu Mencengangkan! Ternyata Ferdy Sambo Dibeking Petinggi Kejaksaan? Simak Faktanya

Ferdy Sambo mendapatkan tuntutan penjara seumur hidup usai kasus pembunuhan berencana pada Yosua terungkap di publik.

Namun, banyak yang menilai jika tuntutan Ferdy Sambo tersebut tidak sesuai dengan kejahatan yang dilakukan.

Soleman Ponto juga mencurigai hal ini dan mengungkapkan soal ketegasan jaksa.

"Kalau dari awal, dari tuntutan saya lihat ada keberhasilan di sana," ungkapnya dikutip dari program Sapa Indonesia Malam pada Rabu, 25 Januari 2023.

Baca Juga: Pledoi Ferdy Sambo Ditanggapi Kecut oleh Pengacara Brigadir J, Pak Jenderal Dibilang Baper!

Disebutkan, jika menggambarkan ketegasan jaksa pada Ferdy Sambo semula sangat tegas. Bahkan jika dibuat grafik garis ketegasan jaksa ada di atas.

"Jaksa sendiri ketika dari awal itu betul-betul kalau digambar garis, garis di atas sekali," ucap Soleman Ponto menjelaskan.

"Tapi di ujungnya dia turun, nah untuk turun ini apa alasannya untuk turun?" tanyanya heran.

Disebutkan juga soal penurunan ketegasan ini menjadi persoalan dan polemik.

"Itukan yang jadi persoalan?" tutur Soleman lagi.

Baca Juga: Tak Hanya Curhat, Ferdy Sambo Juga pamer Prestasi di Polri Saat Baca Pledoi: Dapat 6 Pin Emas Kapolri

Menurutnya, jika tiba-tiba jaksa melunak pada terdakwa, akan ada warning. Namun kali ini tidak, sehingga membuat Soleman heran.

Keheranannya sedikit berkurang usai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ikut bicara soal hal ini.

Disebutkan Mahfud MD adanya gerilya atau gerakan bawah tanah yang membantu Ferdy Sambo.

"Turunnya grafik karena ada gerilya," tandasnya tegas.

Nantinya hakim yang akan memberikan vonis atau putusan final pada kasus Ferdy Sambo.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Tedi Rukmana