Metropolitan

Indonesia Diguncang Gempa 17 Kali dengan Kekuatan Lebih Dari 5 Magnitudo Selama 2023, Pertanda Apa?

Oleh: Dimas Danu Budi Pratikto Jumat 20 Jan 2023, 13:56 WIB
Gempa Megathrust 8,9, Sesar Baribis, Siapkah 29 Juta Jiwa Penduduk Jakarta?

AYOJAKARTA.COM - Daryono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG buka suara atas kejadian gempa berulang dengan skala di atas 5 magnitudo selama 2023.

Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @DaryonoBMKG.

“Sejak 1 Jan 2023 di Indonesia tjd gempa Mag di atas 5,0 lebih dari 17 kali. Gempa kuat 2 kali M6,2 di Aceh Singkil pd16 Jan 2023 & M6,3 di Teluk Tomini pd 18 Jan 2023.Smtr gempa besar 2 kali M7,5 di Maluku Tenggara Barat pd 10 Jan 2023 & M7,1 di Laut Maluku pd 18 Jan 2023,” cuitnya.

Lalu apa artinya?

Ternyata menurut Daryono hal ini termasuk dalam fenomena wajar jika berdasarkan dari data dan statistik gempa dari BMKG.

Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Ada Karangan Tak Berdasar di Tuntutan Putri Candrawathi, Ternyata Soal Perintah Ini

“Fenomena kegempaan akhir2 ini masih tergolong wajar jk mengacu data katalog dan statisitik monitoring gempa di BMKG. Fluktuasi aktivitas kegempaan di Indonesia berupa peningkatan aktivitas gempa pernah tjd bbrp kali, spt pada Des 2021, Juli 2021, Nov 2019, Agus 2018 dan Nov 2018,” tulisnya.

Ternyata hal ini juga berpengaruh dari adanya sesar dan zona megathrust dimana kedua elemen tersebut adalah sebagai penyebab utama dari seringnya gempa di Indonesia.

Seperti yang dijetahui, Indonesia merupakan negara yang berdiri di atas 5 lempeng tektonik dan ring of fire.

“Negara kita Indonesia yang berupa kepulauan ternyata terbentuk dari pertemuan lima (5) lempeng Tektonik, yaitu: Eurasian Plate, Indian-Australian Plate, Caroline Plate, Pacific Plate dan Philippine Sea.”

Baca Juga: Nasehat Mbah Moen agar Bahagia Dunia dan Akhirat: Cukup Minta 4 Hal Ini kepada Allah SWT, Apa Saja?

Sementara itu, titik pertemuan antar lempeng yang terbentuk (zona subduksi), menyimpan potensi energi gempa dengan sebutan megathrust ditambah dengan potensi letak Indonesia dalam ring of fire.

“Titik atau area pertemuan antar lempeng bumi disebut zona subduksi dengan potensi energi gempa yang tersimpannya disebut Megathrust, di wilayah yang lebih kecil lingkupnya disebut sesar/patahan.”

Pertemuan lempeng tektonik ini membuat Negara Indonesia memiliki 295 sesar aktif dang 13 zona subduksi megathrust.

Dari ratusan sesar tersebut, 31 diantaranya tersebar di Pulau Jawa, termasuk 10 yang ada di Jawa Barat.

Baca Juga: Gurun di Arab Berubah Jadi Dataran Hijau, Tanda Kiamat Kian Dekat? Ustadz Raehanul Bahraen Ungkap 2 Fakta Ini

“Konsekuensi dari pertemuan batas lempeng tektonik, di Indonesia terdapat 295 sesar aktif dan 13 Megathrust (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017). Diantaranya ada 31 sesar di pulau Jawa, termasuk 10 sesar di wilayah Jawa Barat.”

Atas dasar hal tersebut, bukan hal yang aneh lagi apabila Indonesia menjadi negara yang sangat rawat diguncang bencana gempa bumi.

Selain itu, ada pula 8 sesar aktif yang mengelilingi Indonesia dan rawan sebabkan gempa dan tsunami, mana saja?

Dengan ditemukannya fakta tersebut, Sosiolog Bencana bernama Sulfikar Amir menuturkan pentingnya hal tersebut untuk dijadikan landasan mitigasi bencana.***

Reporter Dimas Danu Budi Pratikto
Editor Dian Naren