Metropolitan

Soal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Djarot Saiful Sebut 2 Menteri Ini Seharusnya Mundur dengan Gentle

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 04 Jan 2023, 12:22 WIB
Soal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Djarot Saiful Sebut 2 Menteri Ini Seharusnya Mundur dengan Gentle

AYOJAKARTA.COM - Isu soal reshuffle Kabinet Indonesia Maju semakin santer, seiring masa pemerintahan Presiden Joko Widodo rampung dua tahun lagi.

Melihat kemungkinan tersebut, Ketua Politisi (PDIP) sekaligus anggota Komisi IV DPR, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan untuk seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju menyukseskan dua tahun terakhir pemerintahan Jokowi.

Kendati begitu, Djarot mengatakan bahwa perombakan kabinet atau reshuffle tersebut adalah hak prerogatif dari Jokowi sebagai Presiden.

Baca Juga: Blak-blakan Susno Duadji: Hakim Masuk Perangkap Kubu Ferdy Sambo agar Tak Fokus Masalah Pembunuhan Brigadir J

Akan tetapi, dia melihat ada kemungkinan reshuffle itu akan terjadi di sisa pemerintahan Joko Widodo, meskipun hal tersebut tidak dapat dipastikan kapan waktunya.

"Yes, (reshuffle) keniscayaan, kalau menurut saya, itu pasti. Tentang kapan? ya itu jangan bertanya kepada saya. Ya biasanya Rabu Pon, oh ya, Rabu Pon ya, Rabu Pon itu setiap bulan ada Rabu Pon, nah jadi kita tunggu saja," ujar Djarot seperti dilansir dari laman republika.co.id pada Rabu (04/01/2023).

Lebih lanjut, Djarot secara khusus menyoroti kinerja dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar bahwa keduanya seharusnya mundur dari Kabinet Indonesia Maju dengan gentel.

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu, Ini Asal Usul Imlek Tahun Baru China

Karena menurutnya dengan mengundurkan diri sebelum di reshuffle akan dinilai lebih gentel, mengingat keduanya agaknya tidak cocok dengan kebijakan pemerintahan Jokowi.

"Itu lebih gentle (untuk mengundurkan diri). Ya sebab apa? sebab, rupanya, mungkin agak tidak cocok dengan kebijakan Pak Jokowi, termasuk yang disampaikan adalah sosok antitesis pak Jokowi," ucap Djarot.

"Satu kinerjanya, dua termasuk partainya. Kalau memang gentle, betul sudah seperti itu (mengundurkan diri), akan lebih baik, untuk menteri menterinya (Nasdem) lebih baik mengundurkan diri," tambahnya.

Baca Juga: Martin Lukas Sindir Jawaban 'Mungkin' dari Saksi Ahli Ferdy Sambo, Kuasa Hukum: Itu Lagunya Noah!

Apalagi jika melihat Partai Nasdem bertahan dengan mengusung perubahan, hal itu justru dikhawatirkan bagi Indonesia ke depan.

Ditambah Djarot mengungkapkan apabila Nasdem berkuasa, akan ada peluang bagi mereka untuk tidak melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pemerintahan Jokowi selama 10 tahun ini.

"Apa yang dikerjakan Pak Jokowi selama 10 tahun yang sudah seperti ini, ini akan tidak berlanjut pada masa pemerintahan sesudahnya, siapapun presidennya. Ini kan yang menjadi pertanyaan kita," pungkasnya.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Dian Naren