AYOJAKARTA.COM - Sosok Ferdy Sambo diduga melakukan pembunuhan berencana pada Yosua.
Brigadir J atau Yosua meninggal dunia di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Bahkan diungkap jika oleh kuasa hukum keluarga Yosua, jika Ferdy Sambo sudah membuat perencanaan pembunuhan dengan matang.
Yonathan Baskoro, kuasa hukum keluarga Yosua membahas soal skenario pembunuhan yang diduga dilakukan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Catat Lokasinya! Puncak Acara Di TMII, Inilah Daftar Titik Keramaian Tahun Baru 2023 di Jakarta
Berdasarkan sejumlah keterangan saksi ahli, dan terdakwa yang memperjelas jika Ferdy Sambo sudah merencanakan pembunuhan.
"Berdasarkan keterangan saksi sempat ada rapat terlebih dahulu," ucapnya seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTv.
"Dan disitu direncanakan siapa yang menembak, di mana ditembak," tambah kuasa hukum keluarga Yosua.
Tak hanya itu, sejumlah kesaksian lain dari saksi ahli dan terdakwa lainnya, semakin meyakinkan dengan rencana pembunuhan ini.
Salah satunya yang dibahas adalah apa yang harus mereka lakukan seusai eksekusi pembunuhan Brigadir J.
"Ini menurut saya sudah matang," jelas Yonathan Baskoro.
Juga keterangan yang disampaikan oleh para saksi ahli juga sudah jelas.
Bahkan disebutkan soal perencanaan yang sudah diatur di rumah Duren Tiga.
"Sambo juga sudah menyetel begitu, harus di Duren Tiga," ucap kuasa hukum keluarga Yosua.
"Diperkuat juga dengan ahli kriminolog yang dibilang kenapa harus main bulu tangkis kalau sudah tau ada perkosaan," tambahnya.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Ada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Wilayah Ini Saat Momen Tahun Baru
Berbagai hal yang tak relevan soal pemerkosaan dan pembunuhan berencana ini juga membuat Yonathan Baskoro heran.
Menurutnya sejumlah hal ini tidak relevan dengan apa yang disampaikan oleh terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Dan justru keterangan para saksi ahli ini sangat memberatkan FS menurut saya," katanya mengakhiri.***