Metropolitan

Terungkap! CCTV Rumah Ferdy Sambo yang Ditampilkan Ahli Digital Forensik Telah Direkayasa, Benarkah?

Oleh: Sulistiyaningsih Rabu 21 Des 2022, 11:37 WIB
Terungkap! CCTV yang Ditampilkan Ahli Digital Forensik Telah Direkayasa, Benarkah?

AYOJAKARTA.COM – Beredar video yang menampilkan kompilasi rekaman CCTV yang ditampilkan Ahli Digital Forensik dan CCTV yang ditampilkan saat sidang sebelumnya.

Video ini diunggah oleh akun TikTok @breakingnew84.

Agenda sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari Selasa (20/12/2022) mendatangkan ahli digital forensik.

Ahli digital forensik memperlihatkan rekaman CCTV rumah kediaman Ferdy Sambo di Saguling dan CCTV di kediaman kompleks Duren Tiga.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Terancam Pasal 340, Trisha Eungelica Justru Stres Hingga Ingin Buang Laptop

Pemutaran CCTV yang ditampilkan oleh ahli digital forensik menimbulkan tanda tanya dan kejanggalan.

Pasalnya ahli digital forensik mendapatkan rekaman CCTV dalam bentuk flashdisk bukan didapatkan dari DVR aslinya.

Sehingga publik pun mulai menelusuri kejanggalan tersebut. Salah satunya diungkap oleh akun TikTok @breakingnew84.

Akun tiktok tersebut mengunggah kompilasi video berisi CCTV kompleks Duren Tiga pada persidangan sebelumnya dan CCTV yang ditampilkan ahli digital forensik.

Video rekaman CCTV di kompleks Duren Tiga tersebut juga telah dilambatkan dan diberi tanda pada momen-momen yang menunjukkan adanya perbedaan di kedua rekaman CCTV tersebut.

Baca Juga: Siapkan Ucapan Terbaik Untuk Momen Hari Ibu 22 Desember 2022 dengan 20 Link Twibbon Gratis Berikut Ini

Video pertama yang ditampilkan yaitu rekaman CCTV yang diperlihatkan dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua sebelumnya.

Dalam video terekam Ferdy Sambo turun dari mobil dengan tangan kanan ada dalam saku, sedangkan tangan kiri mengayun.

Video yang diunggah akun tersebut melambatkan saat Ferdy Sambo jalan menuju rumahnya.

Dan menandai ayunan tangan Ferdy Sambo dengan lingkaran merah menampilkan besar sudut ayunan tangan.

Saat menandai dengan lingkaran merah, Ferdy Sambo sudah jalan sampai di belakang sebelah mobil yang sebelumnya membawa Putri Candrawati.

Baca Juga: Terlengkap! Quotes Ucapan Hari Ibu Bahasa Inggris Untuk Momen 22 Desember 2022, Bikin Postingan Makin Berkesan

Sedangkan video kedua yang ditampilkan yaitu rekaman CCTV yang diperlihatkan ahli digital forensik, Selasa (20/12/2022).

Seperti rekaman sebelumnya, video rekaman CCTV juga dilambatkan dan diberi tanda lingkaran merah di saat memiliki angle yang sama.

Dalam video yang kedua ini pemilik akun ingin memperlihatkan kedua rekaman tersebut memiliki perbedaan padahal merupakan CCTV yang sama.

Video rekaman yang ditampilkan ahli digital forensik juga memperlihatkan Ferdy Sambo jalan menuju rumahnya setelah turun dari mobil.

Sama dengan video rekaman sebelumnya dimana tangan kiri Ferdy Sambo mengayun dan tangan kanannya masuk ke dalam saku celana.

Baca Juga: Putri Candrawathi Bantah Keterangan Ahli Kriminologi: Saya Korban Kekerasan seksual, Pengancaman, Penganiayaan

Video kedua ini juga dilambatkan dan diperbesar memperlihatkan telapak tangan kiri yang mengayun diberi lingkaran merah terlihat memiliki jari tangan yang panjang tidak seperti pada umumnya.

Selain itu juga memperlihatkan sudut ayunan yang yang terlihat ada perbedaan dengan video yang pertama.

Sontak unggahan video ini membuat publik geger. Banyak netizen yang ikut berkomentar melihat kompilasi video yang diunggah tersebut.

“Tangannya kek jadi panjang banget, dari pergelangan sampai ujung jarinya,” tulis @fitritatiara dalam kolom komentar.

Baca Juga: Hakim Pertanyakan Rekaman CCTV yang Tak Utuh, Pakar Telematika: Dia Terima Versi Penyidik Bukan Rekaman Asli

“Yang sekarang mah CCTV nya sudah diedit, masa tangannya jari-jarinya panjang,” tulis @niarahmadini.

“Dari sudut tangannya juga berbeda,” tulis @trysusanto8.

“CCTV pertama tangan kiri kayak megang sesuatu, yang kedua gak megang apa-apa,” tulis @jesusmylife216.

Tetapi fakta rekayasa CCTV yang ditampilkan oleh ahli digital forensik belum dapat dipastikan kebenarannya, karena ini masih merupakan dugaan dari warganet yang melihat ada kejanggalan.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Dian Naren