AYOJAKARTA.COM - Usai ahli digital forensik, Hery Priyanto menunjukkan rekaman CCTV Ferdy Sambo saat menuju rumah Duren Tiga.
Perdebatan tentang sarung tangan hitam Ferdy Sambo yang sempat membuat publik heboh, kembali menjadi perbincangan.
Dari rekaman tersebut, terlihat sosok Ferdy Sambo yang tengah berjalan menuju bagian dalam rumah setelah turun dari mobil.
Tangan kiri Ferdy Sambo menunjukkan tidak menggunakan sarung tangan hitam sebagaimana pernah diucapkan Richard Eliezer serta Adzan Romer.
Baca Juga: Terkuak! Pakar Psikologi Forensik Ungkap Siasat Licik Putri Candrawathi: Hanya Manipulasi Belaka
Namun tangan kanan Ferdy Sambo dinilai oleh Ronny Talapessy selaku kuasa hukum Richard Eliezer tampak masuk kedalam saku celana.
“Keterangan klien saya, Ferdy Sambo memakai sarung tangan saat berada di dalam rumah Duren Tiga,” jelas Ronny Talapessy.
Rony mengajak untuk mengingat kesaksian Adzan Romer sewaktu ingin membantu memungut pistol yang terjatuh saat Ferdy Sambo turun dari mobil.
“Kalau dikuatkan dengan kesaksian Adzan Romer, bahwa dia melihat Ferdy Sambo sudah memakai sarung tangan saat pistolnya jatuh,” ujar Rony.
Selain itu, Rony juga mempersoalkan kurang maksimalnya kualitas rekaman gambar yang ditunjukkan.
“Hari ini CCTV-nya yang ditunjukkan tidak jelas, itu tangan kanan Ferdy Sambo masuk kedalam kantong sebelah kanan,” jelas Ronny.
Terkait kemungkinan adanya motif pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya Brigadir J, Jamin Ginting selaku pakar hukum pidana memberi komentar.
“Setiap pembunuhan berencana pasti ada motif, kalau tidak ada motif itu namanya bukan pembunuhan berencana,” Jamin Ginting membuka penjelasan.
Ginting juga menjelaskan beberapa kondisi atau alasan bagi pelaku hingga layak disebut sebagai pembunuhan berencana.
“Ada alasan orang ingin membunuh karena sesuatu, bisa karena dendam, menghilangkan bukti,” tambahnya.
Sejalan dengan ramainya polemik mengenai sarung tangan hitam yang digunakan Ferdy Sambo, Jamin Ginting kembali berkomentar.
“Sarung tangan bagian kecil perencanaan, perencanaan adalah kejadian dimana seseorang sudah mempersiapkan dengan maksud dan waktu tertentu,” jelasnya.
Terkait kesaksian Ferdy Sambo yang menyanggah dirinya tidak ikut melakukan penembakan kepada Brigadir J, Ronny Talapessy kembali membela kliennya.
“Kuat Maruf sempat keceplosan saat mengatakan dirinya takut ditembak juga,” jelas Rony seraya meyakinkan kalau Ferdy Sambo memang ikut menembak Brigadir J.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 20 Desember 2022 dari kanal Youtube Kompas TV. ***