AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan tembak Brigadri J hingga tewas masih bergulir dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Bharada E sebagai Justice Collaborator.
Sebelumnya Bharada E disebut sebagai sosok yang tembak Brigadir J hingga tewas di kediaman Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Namun kini Bharada E malah berbalik dan serang Ferdy Sambo dengan jadi justice collaborator dan ungkap yang sebenarnya soal pembunuhan Brigadir J.
Sebelumnya, Bharada E sempat mengikuti skenario yang sudah dibuat Ferdy Sambo hingga kasus ini besar dan jadi sorotan.
Baca Juga: Waspada! 'Biang Kerok' Baru Gempa Jawa Barat Muncul, BMKG Melarang Warga Tinggal di Area Ini
Tiba-tiba pria termuda dalam kasus ini akhirnya mengungkap yang menurutnya terjadi dalam rumah mantan Kadiv Propam tersebut di Duren Tiga.
Ia mengungkapkan skenario yang disampaikan Ferdy Sambo padanya soal rencana tembak Brigadir J hingga tewas.
Hingga akhirnya Ferdy Sambo jelaskan rencana detail tembak Brigadir J dalam rumah tersebut.
"'Jadi gini Cad skenarionya,' dia langsung jelaskan skenarionya di situ yang mulia," jelas Bharada E.
"Di Duren tiga, kita nggak bilang Duren Tiga yang mulia, kita bilangnya 46," tambahnya.
Ia menjelaskan semua hal yang terjadi dalam rumah nomor 46 tersebut sudah direncanakan dengan matang.
"Jadi nanti skenarionya, ibu dilecehkan sama Joshua, baru ibu teriak, kamu dengar kamu respon, Joshua ketauan," ucap Bharada E menirukan pernyataan Ferdy Sambo.
"Joshua tembak kamu, kamu tembak balik Joshua, Joshua yang mati," tandas Bharada E mengungkapkan skenario Ferdy Sambo.
Bahkan terungkap soal trik dari Ferdy Sambo yang disampaikan padanya hingga akhirnya Bharada E menuruti pada atasannya tersebut.
"Nanti kamu yang tembak Yosua, karena kalau dia (Ferdy Sambo) yang tembak, ga ada yang jaga kita," jelas Bharada E dalam persidangan.
Baca Juga: Sengit! Ferdy Sambo vs Richard Eliezer, Suami Putri Candrawathi: Ini Tanggung Jawab Kita Berdua
Ferdy Sambo tak direncanakan ikut menembak Brigadir J dengan alasan agar ada yang menjaga mereka semua.
Namun disebutkan jika Ferdy Sambo juga membawa senjata HS yang digunakan untuk menembak punggung Brigadir J.
Sidang pembunuhan Brigadir J hingga kini masih berlangsung, namun belum dapat diputuskan siapa yang bersalah.***