AYOJAKARTA.COM – Kabar perceraian Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika masih menjadi buah bibir masyarakat.
Pasalnya Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika belum resmi bercerai.
Seperti yang diketahui, Anne Ratna Mustika melayangkan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi pada 19 September lalu.
Anne Ratna Mustika mantap bercerai lantaran ia menganggap Dedi Mulyadi tidak memberinya nafkah.
Baca Juga: Tak Hanya Terbelah, Jayabaya Juga Ramalkan Pulau Jawa akan Tenggelam: Jakarta Terancam!
Merasa dituding tak memberi istrinya nafkah, Dedi Mulyadi membantah.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Dedi menyebut jika dirinya masih membiayai keluarga.
Dedi menjelaskan jika rumah dinas tidak bisa dibiayai olehnya karena tidak boleh ada uang pribadinya yang masuk ke anggaran rumah dinas.
“Rumah dinas engga bisa dibayar oleh saya karena itu rumah dinas negara yang sudah semua dibiayai oleh negara, itu engga boleh ada uang pribadi saya masuk ke rumah dinas,” jelasnya.
Selain itu, Dedi juga mengungkapkan jika ada pembiayaan yang ia bayarkan saat pencalonan Anne Ratna sebagai bupati.
“Kan setiap pencalonan kan pasti ada biaya, kalau pencalonan ada biaya berarti kan ada pembiayaan yang dikeluarkan. Setelah pilkada pun ada kewajiban yang saya selesaikan, ada pembiayaan yang saya bayarkan, ya pasti nilainya ya lumayan mulut ukuran saya,” ungkapnya.
Besarnya biaya yang ia bayarkan oleh Dedi tentu membuatnya bertanya-tanya mengenai tudingan tak memberi nafkah.
“Nah nanti yang akan disampaikan oleh pengacara kepada majelis hakim adalah kalau ada tuduhan tidak memberikan nafkah terus lantas pembiayaan yang dikeluarkan untuk menunjang keberhasilan seorang istri menjadi Bupati, baik sebelum pencalonan maupun setelah pencalonan apa kategorinya?” tanya Dedi.
Baca Juga: BMKG Imbau 9 Desa di Atas Sesar Cugenang Dijadikan Kawasan Terbuka Tanpa Bangunan
“Dalam kategorinya kategori apa? Apakah bisa dikategorikan nafkah atau bukan? Kalau bukan kategor nafkah lantas kategori apa?”sambung Dedi.
Lebih jauh, Dedi menuturkan mengenai nafkah menurut pemahamannya.
Menurut pemahamannya menafkahi Anne Ratna adalah dengan membantu menjadikannya seorang bupati.
“Menafkah dalam pemahaman saya membantu istri menjadi bupati, mengeluarkan biaya, brand nama saya juga menjadi bagian dari keberhasilannya,” tuturnya.
“Kalau ditanya cukup, bagi kami yang orang desa orang yang biasa hidup sederhana itu sudah lebih dari cukup,” tutupnya.***