Metropolitan

Update Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Bandung, Kapolri Buka Suara!

Oleh: Zharifah Ardiana Rabu 07 Des 2022, 19:17 WIB
Konferensi pers Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung

AYOJAKARTA.COM – Sebuah bom meledak di Polsek Astana Anyar Bandung pada Rabu, 7 Desember 2022 pagi.

Bom yang meledak saat para polisi melakukan apel ini menelan korban luka 10 anggota kepolisian, 1 warga masyarakat sekitar, dan 1 anggota polisi yang kritis akhirnya meninggal dunia dalam perawatan. Total korban tewas menjadi dua orang, termasuk dengan pelaku bom bunuh diri.

Dikutip melalui siaran langsung di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dari kanal Youtube Kompas TV oleh ayojakarta.com pada 7 Desember 2022, Kapolri buka suara.

Melalui konferensi pers pada Rabu Sore (7/12/2022) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan siapakah pelaku dibalik kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

Pelaku yang juga korban meninggal dunia adalah Agus Sujarno yang dikenal sebagai Agus Muslim.

Baca Juga: Persiapkan Dirimu! Inilah 6 Tahapan Seleksi CPNS 2023 yang Harus Dilewati Pendaftar dari Formasi Umum

Agus Muslim merupakan mantan tahanan untuk kasus yang serupa, yaitu terorisme setelah ditangkap karena kasus Bom Cicendo.

"Hasil ini diperoleh melalui hasil pemeriksaan sidik jari dan face recognition," terang Kapolri.

Selain itu, Kapolri juga menjelaskan bahwa pelaku pernah ditahan juga selama empat tahun dan bebas pada sekitar Bulan September-Oktober 2021.

Selain update jumlah korban, Kapolri juga mengatakan bahwa olah TKP atau (Tempat Kejadian Perkara) sedang berlangsung.

"Olah TKP sedang berlangsung untuk mengetahui afiliasinya dengan jaringan JAD," tambah Jenderal Listyo Sigit.

Baca Juga: Tak Main-main! Penelitian Ungkap 3 Skenario Gempa Megathrust yang Mungkin Terjadi di Pulau Jawa

Perlu diketahui, Kapolri menjelaskan bahwa Agus Sujarno, atau Agus Muslim merupakan seorang yang berafiliasi dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah).

Selain itu, pelaku ternyata juga pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dan masih berstatus merah karena berafiliasi dengan JAD.

Sementara itu, fokus kepolisian yaitu menangkap jaringan yang berafiliasi dengan JAD dan melangsungkan olah TKP yang dilakukan oleh satgas.

"Melalui bom yang meledak, juga ditemukan beberapa kertas protes terkait KUHP dan hal-hal yang berbau zina yang akan didalami oleh satuan yang bertugas," terang Kapolri.

Sebelumnya, salah satu korban kritis, yaitu anggota polisi akhirnya meninggal dunia karena bom bunuh diri. Anggota bernama Aipda Sofyan meninggal dunia setelah gagal melewati fase kritis.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Dian Naren