AYOJAKARTA.COM — Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua terus menguak fakta baru di persidangan, salah satunya soal kamar khusus senjata milik Ferdy Sambo di rumah Saguling.
Hal itu terungkap usai hakim menginformasikan kronologis kedatangan rombongan Putri Candrawathi melalui rekaman CCTV kepada Richard Eliezer.
Keberadaan kamar khusus senjata tersebut juga diakui oleh terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal di persidangan PN Jakarta Selatan.
Dilansir dari AyoJakarta.com dari tayangan sidang di kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis, 1 Desember 2022, saat sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua digelar di PN Jakarta Selatan kemarin, hakim menggali keterangan lebih lanjut dari terdakwa Richard Eliezer.
"Ini saudara PC saat datang pake baju coklat?," tanya hakim kepada Richard Eliezer dalam persidangan.
"Siap betul Yang Mulia," ujar Eliezer.
"Itu baju yang dari Magelang ya?," tanya hakim.
"Siap betul Yang Mulia," jawab Eliezer.
Baca Juga: Heboh! Krishna Murti Ungkap Motif Sebenarnya Ferdy Sambo Tega Habisi Brigadir J, Ternyata…
"Di belakangnya PC siapa itu ?," tanya kembali hakim.
"Om Kuat," kata Eliezer.
"Di belakangnya lagi?," kembali hakim memastikan.
"Susi," jawabnya.
"Di belakangnya Susi?," tanya hakim.
"Daden Yang Mulia," Eliezer pun menjawab singkat.
Selanjutnya, hakim pun bertanya kembali kepada Eliezer terkait apa yang dilakukan setelah tadi diperintahkan mengambil senjata.
"Kemudian setelah saudara mengambil senjata tadi, apa yang dilakukan? Saudara bawa lagi ke lantai tiga?," tanya hakim.
"Siap bawa lagi ke lantai tiga bersama Om Kuat yang membawa barang Yang Mulia," jawab Eliezer.
Kemudian, menurut keterangan Eliezer pada saat itu, ia langsung antarkan senjata api dan barang-barang yang dibawanya ke lantai tiga di rumah Saguling bersama Kuat Maruf yang membawa barang-barang milik Putri Candrawathi dari Magelang.
Sesampainya di lantai tiga, Eliezer pun bertanya kepada PC terkait di mana senjata api itu akan diletakkan.
Melalui instruksi PC, Eliezer dan Kuat Maruf pun diantarkan ke ruangan khusus penyimpanan senjata.
"Sampai di atas, itu Ibu sudah di atas. Karena itu senjata saya tidak mungkin juga saya langsung taruh di depan seperti barang-barang lainnya. Maka saya izin ke ibu (PC), izin ibu senjata mau taruh di mana? oh masuk aja dek (kata PC). Jadi Om Kuat sama saya masuk lagi kedalam nah baru belok kiri ada lorong saya ngikutin ibu terus habis itu masuk ada kamar," ujar Eliezer.
"Waktu dulu saat pertama kali saya tidak tahu itu kamar siapa, jadi pas masuk kamar ibu ngajak saya sampai di depan lemari, Ibu masuk di situ langsung buka lemari, saya lihat weh senjata semua (lemari senjata). Terus saya izin keluar, saya ajak Om Kuat dan turun bersama," kata Eliezer.***