AYOJAKARTA.COM--Richard Eliezer atau biasa disebut Bharada E memberikan pengakuan mengejutkan saat sebelum penembakan Brigadir J.
Dalam peristiwa penembakan Brigadir J, Richard Eliezer menyebutkan bahwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf ada berada di lokasi kejadian.
Richard Eliezer menyebut bahwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf berada di belakang dirinya saat insiden penembakan.
Awalnya Putri Candrawathi mengajak Richard Eliezer, Ricky Rizal, Brigadir Yosua dan Kuat Maruf pergi ke Duran Tiga atau 46.
Kemudian setelah sampai di lokasi, barulah mereka turun dari kendaraannya.
Disebutkan yang pertama turun adalah antara Bripka RR atau Brigadir Yosua, kemudian disusul Putri Candrawathi dan barulah Bharada E.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mangkir Lagi dari Persidangan, Lebih Pilih Lakukan Hal Ini
Tidak lama Bharada E langsung naik ke lantai dua dengan perasaan takut campur aduk.
“pikir saya, aduh udah mau terjadi ini penembakan saya langsung masuk juga ke kamar, saya berdoa lagi di kamar dengan doa yang sama juga Yang Mulia,” kata Richard yang dikutip dari kanal YouTube Kompastv, Rabu (30/11/2022).
Selang beberapa lama terdengar suara Ferdy Sambo dan Richard melihatnya telah siap menggunakan sarung tangan hitam.
“selesai saya diam sedikit nggak lama ada suara Pak FS dibawah, saya turun ke bawah sampai di ujung tangga sudah ada Pak FS, disitu dia sudah pakai sarung tangan yang mulia, sarung tangan karet warna hitam,” jelasnya.
Baca Juga: Update Sidang Kasus Ferdy Sambo: Richard Eliezer Bersaksi, Sarung Tangan Hitam Jadi Bukti!
Saat itu Richard mengaku bahwa Ferdy Sambo menanyakan senjata api miliknya dan meminta mengisinya.
Tak lama Brigadir Yosua masuk ke dalam rumah dengan diikuti Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal.
“baru langsung yang mulia Bang Yos masuk duluan baru Om Kuat, Bang Ricky di belakang, (Kuat dibelakang Bang Yos),” ungkap Bharada E.
“itu masuk (Yosua) Pak FS langsung masuk sini kamu (panggil Yosua), Kuat langsung pegang lehernya (Yosua),” tambahnya.
Baca Juga: Ulah Kuat Maruf Bikin Gregetan, Bisa-bisanya Terdakwa Pembunuhan Lakukan Ini di Persidangan
Setelah itu Ferdy Sambo memerintah agar Nofriansyah Yosua Hutabarat berlutut dan memerintah Bharada E segera mengeksekusinya.
“sini berlutut kau disini berlutut (kata fs) baru dia lihat ke saya woy kau tembak cepat kau tembak,” jelasnya.
Richard mengaku bahwa dirinya telah menembak korban sebanyak tiga sampai empat kali.
Dikatakan oleh Richard bahwa Ferdy Sambo juga turut menghampiri Brigadir Yosua dan menembaknya.
Saat setelah ditembak, korban langsung terjatuh dan berteriak kesakitan.
Warganet yang mendengar kesaksiannya turut sedih atas apa yang menimpa korban dan Bharada E.
“sadis bener, semoga almarhum tenang setelah semua ini terungkap,” tulis salah satu warganet.***