AYOJAKARTA.COM -- Gempa bumi 5,6 SR mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan kedalaman 10 km pada Senin, 21 November 2022.
Gempa bumi ini dirasakan sampai ke wilayah Jabodetabek.
Dikutip dari UrbanJabar.com, Kepala BMKG Dwikorita menjelaskan gempa Cianjur terjadi karena pergerakan sesar Cimandiri.
"Kita duga pergerakan sesar Cimandiri," ucap Dwikortika.
Setelah gempa pada siang hari, hingga pukul 19.00 WIB terjadi gempa susulan sebanyak 62 kali dengan kekuatan antara M 4,2 dan M 1,5 hal ini disampaikan oleh akun Twitter @DaryonoBMKG.
Diketahui, hingga pukul 22.48 WIB, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merincikan jumlah korban dan jumlah kerugian materil.
Baca Juga: Update Korban Gempa Cianjur, Kepala BNPB Suharyanto Sebut 17 Orang Meninggal Dunia dan 19 Orang Luka
Kata dia, korban meninggal dunia mencapai 162 orang dan 326 orang luka-luka dengan mayoritas patah tulang.
Sedangkan ada sekitar 13.784 penduduk yang mengungsi disebar pada 14 titik pengungsian.
Kemudian lebih dari 2345 unit rumah rusak dengan skala kerusakan sebesar 60 hingga 100 persen.
Selain itu ada dua sampai tiga jalan nasional yang terisolir namun saat berita ini diturunkan jalan tersebut sudah kembali normal.
Hingga malam bantuan terus berdatangan termasuk salah satunya dari KORPS TNI AL.
Bambang Imanudin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat mengatakan para korban yang dibawa ke rumah sakit untuk sementara dirawat pada halaman RS, hal ini dikarenakan khawatir jika ada gempa susulan.
"Kami ini yang di IGD aja dikeluarin, nah posisi ini kita di halaman Rumah Sakit dikhawatirkan ini ada gempa susulan, kami pasang tenda di luar pak," ujar Bambang, dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Selasa, 22 November 2022.
Bambang menjelaskan bahwa hingga kini proses perawatan korban dan juga masih dilakukan di dalam tenda bahkan.
Kemudian untuk keperluan logistik seperti tenda dan selimut, Bambang menambahkan bahwa pihaknya telah membawa perlengkapan tersebut dari BPBD Jawa Barat.***