AYOJAKARTA.COM--Gempa bumi 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022). Gempa dengan kedalaman 10 km itu juga dirasakan masyarakat di kawasan jabodetabek.
Dalam siaran persnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur tersebut, masuk dalam kategori gempa dangkal. Sehingga perkembangannya harus terus dilakukan pemantauan.
Baca Juga: Kepanikan Gempa di Cianjur, Pasien Rumah Sakit Dievakuasi ke Halaman Parkir
"Yang dikhawatirkan gempa ini dangkal dan berada di darat dan sekitar kota-kota besar. Untuk dampak yang diakibatkan itu guncangan cukup kuat, dan ini merata di wilayah Jabar bahkan sebagian Jateng," katanya dalam siaran pers BMKG.
Adapun gempa tersebut diduga akibat dari pergerakan Sesar Cimandiri.
"Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri jadi bergerak kembali," ungkap Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG yang dikutip di siaran persnya Senin (21/11/2022).
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi M5,6 Guncangan Terasa Kuat di Jakarta!
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebutkan data di awal ada 14 orang meninggal dunia dan 17 orang luka-luka akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur,Jawa Barat .
Namun data ini bersifat sementara, sebab proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan.
Setelah beberapa saat kemudian korban gempa kembali di update ternyata korbannya sudah bertambah
"Ada tambahan, saat ini 17 meninggal dunia, 19 orang luka-luka yang cukup berat," kata kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers.
Baca Juga: Gempa Garut Dirasakan Cianjur hingga Bandung, Apa Ada Pontensi Tsunami?
Ia juga menjelaskan bahwa ada tiga kecamatan yang paling parah terdampak gempa Cianjur yakni Kecamatan Cilaku Desa Rancagoong, Kecamatan Cianjur Desa Limbangan Sari, dan Kecamatan Cugenang.
Untuk data kerusakan di wilayah Kabupaten Cianjur, tercatat setidaknya tujuh rumah rusak berat, satu pondok pesantren rusak berat, kerusakan di RSUD Kabupaten Cianjur.
Selain itu, ada tiga unit gedung pemerintahan rusak, tiga unit fasilitas pendidikan rusak, satu unit sarana rusak, satu unit toko rusak, dan satu unit kafe rusak akibat gempa magnitudo 5.6 tersebut.
Baca Juga: Gempa Terkini! Guncang Pangandaran 5,3 SR Minggu 20 November 2022, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Kemudian, pihak BMKG juga akan terus memonitoring tentang info gempa ini melalui aplikasi kami, diharapkan untuk semua masyarakat bisa waspada dan berhati untuk tidak berada didekat material yang rapuh.
BMKG juga memperingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan nantinya yang akan terus dipantau.
Sementara itu, dalam siaran pers BMKG terakhir tercatat 44 orang meninggal dunia dan 700 orang luka-luka akibat gempa bumi itu, seperti disampaikan oleh Bupati Cianjur Herman Suherman.

Share this article
berikut update Korban Gempa Cianjur, Kepala BNPB Suharyanto n menyebut 17 Orang Meninggal Dunia dan 19 Orang Luka