Nasional

Semakin Terbongkar, Skenario Ferdy Sambo Rekayasa Pembunuhan Brigadir J Dibantah 2 Saksi Nakes

Oleh: Admin Selasa 08 Nov 2022, 07:50 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM – Skenario untuk merekayasa peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang disusun Ferdy Sambo semakin terbongkar oleh keterangan dua saksi tenaga kesehatan.

Semula, Ferdy Sambo yang masih menjabat Kadiv Propam Polri sempat membuat skenario bahwa terjadi tembak menembak antara Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan Bharada E pada peristiwa 8 Juli.

Dalam skenario yang sempat diyakini oleh banyak pihak, Ferdy Sambo mengatakan dirinya tidak berada di lokasi kejadian peristiwa pembunuhan Brigadir J karena sedang menjalani tes swab PCR.

Pengakuan dua saksi tenaga kesehatan semakin membuktikan bahwa Ferdy Sambo pada awalnya memang merancang skenario dan merekekayasa peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Kemarin, Senin 7 November 2022, dua saksi tenaga kesehatan (nakes) yakni Nevi Afrilia dan Ishbah Azka Tilawah hadir sebagai saksi dalam persidangan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Sudah Tahu Gerhana Bulan Total Terjadi Karena Apa? Ini Jawabannya

Nevi Afrilia dan Azka Tilawah bersaksi atas sidang perkara dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kedua tenaga kesehatan tersebut adalah mereka yang melakukan swab test PCR terhadap beberapa orang dari keluarga Ferdy Sambo.

Majelis Hakim bertanya kepada saksi Nevi, dia melakukan tes PCR kepada siapa saja. Nevi memastikan saat itu tidak ada Ferdy Sambo ketika dia melakukan tes PCR itu. .

Saksi Nevi lantas bercerita saat dirinya melakukan tes swab PCR terhadap Putri Candrawathi, Bharada E, Susi, dan Brigadir J pada 8 Juli 2022.

“Siapa aja yang saudara swab?” tanya Hakim.

“Ada empat orang. Ibu Putri, Susi, bapak Richard Eliezer dan Yosua,” jawab Nevi.

“Siapa duluan?” tanya Hakim.

“Bu Putri, Susi, Yosua, terakhir Richard,” ucap Nevi.

“Ada FS (Ferdy Sambo) ikut?” tanya Hakim.

“Tidak,” ujar Nevi.

Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu

Setelah itu, Hakim mengajukan pertanyaan kepada tenaga kesehatan kedua yakni Azka Tilawah soal tes PCR terhadap Ferdy Sambo pada tanggal 7 Juli 2022.

“Yang diswab siapa saja?” tanya Hakim.

“Saya di tanggal 7 (Juli),” ucap Ishbah.

“Tanggal 7 siapa aja?” tanya Hakim.

“Bapak FS (Ferdy Sambo) sama bapak Daden,” jawab Ishbah.

Azka Tilawah menerangkan bahwa dia melakukan tes swab terhadap Ferdy Sambo pada 7 Juli 2022 di Mabes Polri. Dia mengaku tidak melalukan tes pada 8 Juli 2022 di hari terjadinya peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.

Keterangan dua saksi tenaga kesehatan itu jelas mematahkan skenario dan rekayasa peristiwa yang sempat dibuat oleh Ferdy Sambo. Pada awalnya, Ferdu Sambo mengaku sedang melakukan tes PCR saat terjadi penembakan di rumah dinasnya.

Dalam sidang itu, Jaksa menanyakan saksi Nevi ketika dia bertemu dengan terdakwa Putri Candrawathi, Susi yang menjadi ART keluarga Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, dan Brigadir J.

Baca Juga: Babak Baru Nikita vs Dito Mahendra: Sidang Mungkin Bulan Ini

Nevi saat itu akan melakukan tes PCR di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Lihat berhadapan?” tanya Jaksa kepada Nevi bagaimana posisi mereka saat bertemu.

“Berhadapan,” jawab Nevi.

“Yang kamu lihat ketika itu Ibu Putri Candrawathi waktu kamu lihat raut mukanya sedih atau gembira?” tanya Jaksa.

“Saya melihatnya seperti orang capek di perjalanan,” ucap Nevi.

Namun Nevi saat itu tidak melihat ekspresi dari Kuat Ma’ruf dan Brigadir J lantaran keduanya memakai masker. Sementara untuk Susi, Nevi menyebut ia sama seperti Putri Candrawathi yang terlihat kelelahan dalam perjalanan.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin