AYOJAKARTA.COM-- Persidangan pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terus bergulir menguak kebenaran, sedikit demi sedikit rekayasa skenario Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terus terungkap.
Butuh waktu sekitar satu bulan atau lebih untuk Majelis hakim mengungkap Sambo sebagai otak pembunuhan anak buahnya.
Hingga pada akhirnya satu demi satu kebohongan Ferdy Sambo pun terungkap. Peristiwa yang terjadi sebenarnya nyatanya jauh berbeda dengan pengakuan Sambo di awal.
Kini, kasus kematian Brigadir Yosua pun mulai menemui titik terang.
Awalnya kejanggalan skenario Sambo terkuak setelah, para saksi dihadirkan di dalam persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Salah satunya atas kesaksian Susi, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo yang telah bekerja selama 3 tahun dihadirkan di dalam persidangan PN Jakarta Selatan.
Meskipun dirinya sempat mengelak dan mencoba mengelabui Majelis hakim dalam persidangan.
Namun, pada akhirnya Susi mulai mengungkapkan kejadian yang sebenarnya di hadapan Majelis hakim, usai kesaksian mantan ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq yang turut dihadirkan, mematahkan pengakuan Susi sebelumnya di dalam persidangan.
1. Soal Anak Bungsu Ferdy Sambo
Di awal mencuatnya kasus ini, Putri Candrawathi dapat menghindar dari penahanan kepolisian meski dirinya telah berstatus terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J.
Putri Candrawathi nyatanya mencoba berlindung dibalik hukum dengan menggunakan statusnya sebagai ibu yang masih memiliki seorang anak balita, Arka yang masih berusia 1,5 tahun.
Dengan alasan tersebut, Putri memperoleh keringanan dari pihak kepolisian dengan alasan kemanusiaan.
Namun, baru-baru ini kenyataan sebenarnya mulai terkuak bahwa Arka putra bungsu Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo adalah anak adopsi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Bukan Ayah Kandung Arka, Warganet Curiga Kuat Maruf Ayah Biologisnya?
2. Dugaan Pelecehan
Motif pembunuhan Brigadir J diyakini oleh Ferdy sambo karena bermula dari dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istrinya, di rumahnya.
Brigadir J disebut masuk ke kamar Putri dan melakukan pelecehan hingga membuat Putri, istri Sambo itu shock dan menangis.
Baca Juga: Febri Diansyah Enggan Komentari Status Adopsi Anak Bungsu Putri Candrawathi, Justru Ungkap Hal Ini!
Bahkan di dalam BAP ART Susi sebelumnya, diungkapkan Putri sempat terjatuh di kamar mandi dan digendong oleh Brigadir J ke kamarnya.
Namun, narasi tersebut dipatahkan oleh kesaksian ART Susi sendiri dengan mengungkapkan keterangan yang berbeda dari BAP sebelumnya.
Susi menyebutkan di dalam persidangan bahwa Brigadir J sebenarnya tidak sempat mengangkat Putri yang terjatuh karena dilarang oleh Kuat Maruf.
3.Baku Tembak
Di Dalam kasus ini mulanya, disebabkan terjadi tembak-menembak di antara Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo.
Dimana Brigadir J disebutkan telah melontarkan 7 peluru dari pistolnya dan tidak ada satupun mengenai Bharada E.
Sementara, Bharada E disebutkan memberondong Brigadir J dengan 5 peluru hingga menewaskan Yosua.
Namun, kembali narasi tersebut dipatahkan dengan kesaksian Bharada E sendiri di dalam sidang, bahwa peristiwa sebenarnya dirinya telah diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
4.CCTV
Penyelidikan kasus kematian Brigadir J ternyata memakan waktu lebih lama, lantaran rekaman CCTV di seluruh area rumah Ferdy Sambo disebut mati dan rusak.
Akan tetapi melalui kesaksian AKBP Acay yang bertindak sebagai Kanit I Subit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Menyebutkan CCTV yang diterimanya untuk diperiksa sudah dalam keadaan kosong dan terhapus.
Rupanya baru-baru ini diketahui bahwa Sambo berperan dalam mengambil CCTV di sekitar TKP penembakan.
5. Hasil Tes Swab PCR
Mulanya kasus pembunuhan tersebut muncul ke permukaan, disebutkan bahwa sebelumnya Bharada E, Brigadir J, Putri Candrawathi sedang melakukan Isolasi mandiri (Isoman) di rumah dinas Duren tiga.
Namun, melalui kesaksian tenaga kesehatan (nakes) mengungkapkan didalam persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, bahwa hasil tes swab PCR sebelumnya itu adalah negatif covid 19.***