Nasional

Dulu Jualan Bubur, Brigjen Pol Mardiyono Sukses Jadi Perwira Tinggi

Oleh: Tim AYO 07 Minggu 06 Nov 2022, 11:20 WIB
Dulunya berjualan bubur, nama Brigjen Pol Mardiyono kini menjadi perbincangan.

AYOJAKARTA.COM — Nama Brigjen Pol Mardiyono kini menjadi perbincangan.

Pria yang dulunya berjualan bubur ini telah sukses menjadi perwira tinggi di kepolisian.

Dalam video yang beredar, Brigjen Pol Mardiyono yang merupakan seorang jenderal pulang ke kampung halamannya.

Video yang dimuat oleh akun Instagram @jevuska itu, terlihat Brigjen Mardiyono disambut penuh haru oleh keluarga.

Bukan hanya itu, dia juga disambut kedatangannya oleh para warga setempat yang nampak bangga.

"Ia adalah Brigjen Pol Mardiyono, asli kelahiran Kabupaten Blora," tulis unggahan akun tersebut pada Jumat, 4 November 2022.

"Dalam agenda kunjungan Pembukaan Praktek Kerja Profesi Sespima Angkatan 68, ia menyempatkan diri mendatangi lingkungan tempat di mana ia tumbuh," lanjutnya.

Lantas seperti apa sosok Brigjen Pol Mardiyono?

Berikut profil sang jenderal seperti yang ditulis AboutMalang.com dalam artikel "Profil Brigjen Mardiyono, Mantan Penjual Bubur yang jadi Jenderal Bintang Satu".

Profil Brigjen Pol Mardiyono

Dulu penjual bubur, kini sukses menjadi seorang jenderal bintang satu. Itulah sosok Brigjen Mardiyono, seorang polisi asal Blora.

Brigjen Mardiyono viral di TikTok lantaran masa lalunya yang merupakan penjual bubur. Ketika sedang pulang kampung ke Blora, para tetangga terkejut sekaligus terharu karena kini Mardiyono telah menjadi jenderal bintang satu.

Pada saat kecil, Mardiyono yang menjabat jenderal bintang satu di Polri sering membantu orang tuanya berjualan bubur.

Brigjen Mardiyono berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan Mardiyono melakukan itu atas dasar kewajibannya membantu orang tua.

Bernama asli Mardiyono, lahir di Kabupaten Blora. Merupakan alumnus dari SD Kauman 2 tahun 1982.

Memiliki hobi membaca buku, namun karena keterbatasan finansial Mardiyono rajin meminjam buku di perpustakaan sekolah.

Mardiyono yang seorang kutu buku, mampu membaca dua buku dalam satu hari.

Bahkan lulusan Akpol tahun 1991 ini pernah menghabiskan waktu dua jam untuk membaca dua buku yang saat itu terbilang tipis.

Karena hal itu, gurunya selalu bilang bahwa satu-satunya siswa yang kerap meminjam buku.

Hal tersebut menjadi motivasi pribadi terhadap Mardiyono agar semangat membaca buku.

Ia kerap membaca buku di atas pohon dan banyak membaca bacaan buku sejarah.

Mardiyono menyadari bahwa membaca buku akan membuat seseorang lebih tahu dan pintar.

Karena keteladanannya dalam membaca, kini ia menjadi seorang yang sukses.

Selain seorang kutu buku, Mardiyono juga merupakan penjual bubur kecil yang senantiasa membantu orangtuanya.

Mardiyono terlahir dari keluarga tidak berada, sehingga hal tersebut menjadi motivasi Mardiyono untuk bekerja keras.

Kini Mardiyono menjabat sebagai Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri yang merupakan salah satu jabatan penting di kepolisian.

Kepulangan Mardiyono ke Blora dalam rangka agenda Pembukaan Praktik Kerja Profesi Sespima angkatan 68.

Selain itu Brigjen Mardiyono bersama anggotanya diketahui memiliki beberapa agenda.

Di antaranya kegiatan penanaman pohon buah dan bakti sosial donor darah dan pembagian sembako.*** (Laily Nur Faiqotul Himmah/AboutMalang.com)

Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana