Nasional

Virus Covid-19 Varian Baru Masuk Ke Indonesia, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan Republik Indonesia!

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Sabtu 22 Okt 2022, 08:46 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin

AYOJAKARTA.COM--Pandemi Covid-19 di Indonesia perlahan sudah berkurang namun tetap ada, meski demikian  aktivitas sehari-hari sudah mampu berjalan normal seperti biasanya.

Dua tahun belakangan, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia membuat kelumpuhan di segala sektor kehidupan.

Baca Juga: Mengenang Steven Indra Wibowo, Pernah Jual Seluruh Hartanya Demi Membantu Masyarakat Saat Covid

Akhir-akhir ini, dunia sudah mulai kembali pada kehidupan normal.

Termasuk di Indonesia, setiap sektor kehidupan sudah berjalan dengan normal, bahkan kewajiban untuk menggunakan masker sudah tidak lagi ditekankan pada setiap orang.

Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa virus Covid-19 tidak sepenuhnya hilang dari muka bumi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Vaksin di Pulogadung, Siap Produksi Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA

Akhir-akhir ini, beredar kabar bahwa ada subvarian baru dari Covid atau SARS-CoV-2 yang dijuluki sebagai varian XBB telah teridentifikasi dan masuk ke Indonesia.

Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa virus Covid varian baru ini telah masuk ke Indonesia dan menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Singapura.

Baca Juga: WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Kini Sudah di Depan Mata!

Bahkan diprediksi bahwa akan terjadi peningkatan kasus Covid menjadi 15 ribu per hari di pertengahan bulan November nanti.

"Singapura kasusnya naik lagi ke 6 ribu per hari, karena ada varian baru namanya XBB, varian ini juga sudah masuk di Indonesia, kita amati terus," ungkap Budi dikutip dari melalui YouTube FMB9ID IKP, Jumat (21/10/2022) yang dikutip oleh pmjnews.com.

Baca Juga: Benarkah Corona Varian Delta AY.4.2 Lebih Berbahaya? Ini Faktanya

Walaupun begitu, Budi mengatakan bahwa dirinya cukup optimis bahwa subvarian XBB tidak akan membuat peningkatan kasus di Indonesia.

Hal ini ia katakan berdasarkan data bahwa subvarian BA.4 dan BA.5 menyebabkan kasus di beberapa negara, tetapi tidak berpengaruh di Indonesia.

Baca Juga: Cara Mengobati Flu, Penyakit yang Mengintai di Musim Hujan

Rasa optimis yang hadir dalam dirinya tersebut bisa tercapai karena adanya kerjasama dari berbagai macam pihak di Indonesia.

Salah satu poin utamanya adalah masyarakat Indonesia yang tetap menjalankan protokol kesehatan walaupun pandemi sudah berangsur-angsur menghilang.

Baca Juga: Pertengahan Juli Kasus Covid-19 Bakal Melonjak Lagi, Menkes Budi Gunadi Imbau Tetap Waspada

Budi menyampaikan doanya untuk Indonesia agar menjadi negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak mendapatkan lonjakan kasus Covid-19.

"Mudah-mudahan di Januari-Februari kita bisa menghadapi potensi kenaikan dengan baik seperti Agustus ini. Sehingga Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak ada lonjakan kasus," terangnya.

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Kiki Dian Sunarwati