AYOJAKARTA.COM--Tragedi di stadion Kanjuruhan Malang masih menyisakan banyak duka mendalam.
Utamanya bagi para korban dan juga keluarga korban yang ditinggalkan.
Hingga saat ini tragedi di stadion Kanjuruhan Malang ini masih terus dalam penyelidikan.
Pihak kepolisian juga sudah menetapkan beberapa tersangka yang harus bertanggung jawab terhadap tragedi naas ini.
Namun tetap saja banyaknya korban meninggal akibat tragedi ini meninggalkan jejak hitam dalam sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Pasca Ngambek dan Tak Diikutkan Melawan Chelsea Sabtu Ini, Ronaldo Sampaikan Pernyataan Begini!
Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban meninggal terakhir akibat tragedi ini sebanyak 133 jiwa.
Namun hari ini Jumat, (21/10/22) kabar duka dari tragedi Kanjuruhan kembali datang.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok Indonesia Online pada (21/10/22), diinformasikan jika hari ini korban Kanjuruhan yang meninggal bertambah satu orang.
Korban meninggal tersebut adalah Reyvano Dwi Afriansyah.
Almarhum Reyvano dikabarkan meninggal pada hari ini Jumat, (21/10/22) pukul 06.45 WIB.
Ia merupakan warga Rt 4 Rw 1 Kebonsari Ngebruk Sumber Pucung Malang.
Berdasarkan informasi, Reyvano Dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang setelah sebelumnya menjalani perawatan di RS Hasta Husada Kepanjen Kabupaten Malang.
Almarhum Reyvano telah dirawat di ruangan ICU RS Saiful Anwar selama 18 hari.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Remaja 17 Tahun jadi Korban Jiwa ke 134 Tragedi Kanjuruhan
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Saiful Anwar Dokter I Wayan Agung menuturkan jika selama menjalani perawatan di ICU tersebut, Reyvano harus menggunakan ventilator.
Wayan juga menjelaskan jika kondisi pasien naik turun dan juga mengalami luka pada kepala dan tulang dada.
Baca Juga: Mahfud MD Berikan Laporan Temuan TGPIF Tragedi Kanjuruhan, Sebut Saling Lempar Tanggung Jawab
Reyvano Dwi Afriansyah sendiri merupakan Aremania asal Sumber Pucung Malang.
Dirinya juga diketahui baru berusia 17 tahun dan masih duduk di kelas XII SMA.
Kabar duka yang datang dari Reyvano Dwi Afriansyah ini tentu menambah jumlah korban jiwa meninggal akibat tragedi Kanjuruhan.
Korban meninggal yang awalnya 133 jiwa, saat ini bertambah satu sehingga totalnya menjadi 134 jiwa.