Nasional

Tanggapi Insiden Kanjuruhan, Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Mematikan

Oleh: Tim AYO 07 Selasa 11 Okt 2022, 11:31 WIB
Polri nyatakan bahwa berdasarkan pendapat para ahli, gas air mata tidak mematikan.

AYOJAKARTA.COMPolri tegaskan bahwa gas air mata terkait Tragedi Kanjuruhan tidak bersifat mematikan. Keterangan tersebut dinyatakan dalam akun Twitter resmi Divisi Humas Polri pada Senin (10/10/2022).

Melanjuti kasus Tragedi Kanjuruhan, dalam pernyataan yang disampaikannya, Kadiv Humas Polri yakin bahwa penggunaan gas air mata tidaklah mematikan.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan dari ahli di bidang oksiologi atau racun yang menyatakan bahwa gas air mata tidak mematikan bahkan jika digunakan dalam skala tinggi.

Baca Juga: Izhar Wilendra Siapa Rizky Billar? Terus Berperan Bela Suami Lesti Kejora

"Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang oksiologi atau racun,” katanya membuka pernyataan.

“Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr. Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata/CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," ujar Kadiv Humas Polri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).

Munculnya pernyataan tersebut tentunya membuat masyarakat semakin naik pitam karena polri dianggap berusaha sembunyi tangan. Kegeraman masyarakat atas polri pun ditunjukan pada kolom komentar di postingan tersebut.

Baca Juga: Tanggapan Ayah Angkat Rizky Billar Terkait Hasil Visum Lesti Kejora, Singgung Tulang yang Bergeser di BAP

“Coba beliau ditanya: penggunaan gas air mata jika terkena anak2 atau orang dewasa dlm jangka waktu relatif panjang, say 1-2 jam (spt Kanjuruhan waktu suporter gak bisa keluar) apa akibatnya. Kemudian apa efek sesak napas yg ditimbulkan dan efek iritannya jika tdk segera ditangani, ” cuit warganet.

“Tidak mematikan, tapi apakah pernah dipikirkan sebelum ditembakan akibat dr gas airmata itu bisa membuat orang lari, berdesakan, ada anak2, ibu2 yg kemudian jatuh dan terinjak2. Kepanikan dr gas airmata itulah penyebabnya. Akui saja dan minta maaf lbh terhormat," ujar pengguna Twitter lainnya.

“Dari pada berdebat gini, mending bapak coba aja d ruangan tertutup trus d tembak gas air mata, gimana pak? Sanggup gak pembuktiannya, dari pada ngeluarin kalimat2 normatif mending lngsung membuktikan, ” tambah seseorang.

Baca Juga: Keaslian Dokumen Ijazah Presiden Jokowi Dipertanyakan, Gibran Enggan Ambil Pusing Tanggapi Isu Tersebut

Tanggapan warganet mayoritas menyuruh para polri untuk membuktikan sendiri pernyataannya bahwa gas air mata tidak mematikan, yang disemprotkan dengan kondisi sebagaimana saat para korban Tragedi Kanjuruhan mengalaminya, yakni di ruangan tertutup dan berdesakan dengan banyak orang.*** (Dilla Anggraini)

Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana