Nasional

Najwa Shihab Jengkel Data Dibobol Hacker, Pemerintah Malah Minta NIK Jaga Sendiri

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 21 Sep 2022, 21:28 WIB
Najwa Shihab turut berikan komentar terkait isu pembobolan data oleh peretas atau hacker.

AYOJAKARTA.COM - Banyak bermunculan hacker baru mulai dari Bjorka kemudian peretas-peretas lain yang mengaku dapat melakukan pembobolan atas data pribadi hingga mengancam keamanan negara.

Hal demikian membuat Najwa Shihab mengaku jengkel.

Pasalnya, hacker bernama Bjorka yang kini menjadi perbincangan hangat karena diduga telah meretas dan membocorkan data pribadi ratusan penduduk Indonesia, kemudian hanya mendapatkan tanggapan dari pemerintah untuk menjaga NIK sendiri.

Baca Juga: 2 Indikasi Ini Memperkuat Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Om Kuat, Begini Hubungannya

Najwa pun menilai akan tindakan pemerintah yang kurang sigap dalam menindak lanjuti tindakan peretasan dan pencurian data tersebut.

"Kita melihat bagaimana aparat atas kasus ini, bukanya sat-set ngurusin, malah disuruh jaga NIK sendiri" ungkapnya yang dilansir dari kanal YouTube Najwa Shihab pada 14 September 2022.

"Ditambah adanya himbauan basi harus sering-sering ganti kata sandi" ujarnya.

Baca Juga: Beredar Foto Cantiknya Berhijab di Media Sosial, Agnes Mo Ungkapkan Hal Ini

Wanita yang kerap disapa dengan Mbak Nana ini menjelaskan bahwa bukan lah hal tersebut yang menjadi inti persoalan. Namun bagaimana data pribadi tersebut tidak ada perlindungan dari pemerintah, dan menurutnya ini adalah urusan genting.

Pemerintah dinilai dalam memberikan respon yang tidak responsif bahkan terkesan mengelak dan melemparkan tanggung jawab.

Kata dia, pembocoran data pribadi dapat digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, data yang bocor bisa digunakan sebagai penipuan, pinjaman online yang paling aneh digunakan untuk kartu keanggotaan partai.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Telah Terima Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Brigadir J, Apa Isinya?

Najwa juga menjelaskan bahwa solusi untuk menyiasati agar data privasi tetap aman adalah selalu mengganti kata sandi, namun hal tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang terjadi.

Ia menjelaskan yang terjadi adalah masyarakat memberikan data dan mempercayai pemerintah untuk menjaga keamanan dari data untuk operator administrasi kependudukan atau kepentingan negara, akan tetapi negara diduga lalai dalam melindungi sehingga disini negara telah melanggar konstitusi.

Sejauh ini simpang siur identitas Bjorka masih belum terungkap, beberapa kali terlihat dalam media massa terkait salah tangkap hingga salah identifikasi identitas dari Bjorka. 

Baca Juga: Penampakan 'Wajah Asli' Hacker Bjorka Dibongkar Selebgram Mamang Osa, Bikin Ngakak

Meski Presiden Jokowi Widodo telah menyatakan membentuk tim yang tergabung dari Badan Intelijen Negara atau BIN dengan Polri untuk memburu peretas Bjorka, nampaknya belum ada kabar baik terkait kelanjutan penangkapan Bjorka.

Justru kian muncul peretas-peretas baru yang mengklaim kehebatannya melebihi Bjorka. Bahkan berhembus kabar terkait adanya opsi lain yakni pemerintah Indonesia akan meminta bantuan negara lain untuk memburu hacker Bjorka.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana