AYOJAKARTA.COM -- Anies Baswedan menyatakan diri bahwa siap maju jadi calon presiden pada pemilihan 2024 mendatang.
Kendati begitu, Anies Baswedan mempunyai syarat untuk maju jadi orang nomor 1 di Indonesia.
Hal itu diungkapkan saat dia wawancara dengan Reuters di Singapura.
Baca Juga: Brigjen Hendra Kurniawan Akhirnya Jujur soal Skenario Cantik Ferdy Sambo, Singgung Nama Kapolri
Demikian seperti yang diberitakan MediaPakuan.com dalam artikel "Wawancara dengan Reuters, Anies Baswedan Nyatakan Siap untuk Maju Sebagai Calon Presiden RI 2024".
Anies Baswedan, muncul sebagai salah satu tokoh teratas dalam jajak pendapat independen, yang diperkirakan akan bertarung dalam pemilihan presiden pada Februari 2024.
Anies akan maju sebagai calon presiden asalkan ada partai yang mencalonkannya.
Baca Juga: Siapa Effendi Simbolon yang Diburu TNI? Simak Profil Agama hingga Anak-Istri
Kepada Reuters Anies mengatakan, "Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika sebuah partai mencalonkan saya," katanya.
Ia menambahkan statusnya yang bukan sebagai anggota partai manapun, memungkinkannya untuk membuka ruang komunikasi dengan semua faksi.
"Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye, saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," kata Anies
Analis mengatakan popularitas Anies menjadi yang paling terdepan, terutama karena ia menjabat sebagai Gubernur di salah satu kota terbesar di Asia Tenggara.
Jakarta dianggap sebagai posisi batu loncatan menuju kursi kepresidenan.
Di sisi lain Anies dikritik karena mendapatkan kekuasaan pada 2017 dengan bantuan dari kelompok-kelompok Islam yang telah melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap lawannya dan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
Anies, yang menganut Islam moderat, tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki keretakan agama dan komunal pada saat itu.
"Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," katanya.
Ia meyakini kebijakannya sebagai gubernur telah mempersatukan rakyat Jakarta.*** (M Hilman Hudori/MediaPakuan.com)