Nasional

Setelah Bocorkan Data Pribadi Presiden Indonesia, Akun Twitter Hacker Bjorka Sulit Diakses

Oleh: Redaksi Minggu 11 Sep 2022, 11:32 WIB
Setelah Bocorkan Data Pribadi Presiden Indonesia, Akun Twitter Hacker Bjorka Sulit Diakses

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Hacker Bjorka tengah ramai jadi perbincangan.

Hal ini tak lepas dari ulahnya yang membocorkan data-data rahasia pemerintah Indonesia serta data pribadi Menkominfo.

Terbaru, Hacker Bjorka bahkan meretas data pribadi presiden dan wakil presiden Indonesia.

Setelah aksinya ini, akun Twitter Hacker Bjorka-pun sulit untuk diakses.

Simak info lengkapnya dikutip AyoJakarta.com dari AyoBandung.com pada Minggu (11/9/2022) dengan judul Usai Bocorkan Data Pribadi Presiden, Akun Twitter Hacker Bjorka Sulit Diakses, Netizen Ramai Membela.

Bjorka meminta untuk tidak sipersulit askesnya.

Hacker ini mengklaim bahwa tindakanya tidak melanggar aturan Twitter.

Baca Juga: Bocorkan Data Pribadi, Hacker Bjorka Ucapkan Happy Birthday pada Menkominfo Johnny G Plate

Pada kasus ini ada yang berbeda dari biasanya. Bukanya di benci, netizen Indonesia ramai mengucapkan terimakasih kepada hacker Bjorka.

Karena netizen atau masyarakat menilai bahwa kasus ini dapat dijadikan pelajaran bagi Indonesia bahwa sistem pertahanan dan keamanan data negaranya lemah atau belum sepenuhnya terjaga dengan aman.

Setelah hacker Bjorka mengklaim bahwa ia sudah memperoleh 1,3 juta data penduduk Indonesia melalui SIM Card.

Bahkan ia dengan secara terbuka akan menjualnya kepada orang yang berminat membeli sesuai harga yang sudah ditentukan oleh Hacker Bjorka.

Alih-alih untuk membeli, masyarakat malah dibuat penasaran akan data negara yang berkaitan dengan kasus korupsi milik KPK.

Kemudian kasus kematian, di antaranya kasus kematian Munir sang pegiat HAM, kasus kematian mursinah seorang aktivis buruh, dan masih banyak kasus misteri lainya.

Masyarakat berharap dengan adanya Bjorka, ia dapat membobol data negara yang berkaitan dengan korupsi dan kasus kematian yang belum terpecahkan.

Baca Juga: Fakta AKBP Jerry Raymond, 'Korban' Ferdy Sambo yang Diberhentikan Tidak Hormat dari Polri

Berikut komentar netizen Indonesia atas cuitan hacke Bjorka mengenai aksinya pembobolan data negara Indonesia.

@kaaorusi “Yes please about document munir”

@Ryolazlo “As an Indonesian i support you 100% sir. Keep up the 'good' work (Sebagai orang Indonesia saya mendukung anda 100% pak. Pertahankan pekerjaan yang 'baik')”

@supelsekali “please we need info about illegal transaction corruption about Indonesia(tolong kami butuh info tentang korupsi transaksi ilegal tentang Indonesia)”

@Bottenbot “Thanks for the hard work ? You did good. I hope the goverment can reflect (terima kasih atas kerja kerasnya? Anda melakukanya dengan baik. Mudah-mudahan pemerintah bisa refleksi)”

@plutooo03__ “If seen from another point of view, you are very helpful for us. they always do things non-transparently, and never listen to our complaints. they take on leaders who are not experts in their field. thank you for showing how careless they are in maintaining our identity (Jika dilihat dari sudut pandang lain, anda sangat membantu kami. Mereka selalu melakukan hal-hal yang tidak transparan, dan tidak pernah mendengarkan keluhan kita. Mereka mengambil pemimpin yang tidak ahli dibidangnya. Terimakasih telah menunjukan betapa cerobohnya mereka dalam menjaga identitas kami)”

Baca Juga: Fakta Kuat Maruf Sopir yang Dikabarkan Punya Hubungan Spesial dengan Putri Candrawathi, Gajinya Melebihi PNS?

Itulah beberapa netizen yang memberikan respons atas kejadian bocornya data penting negara.

Sementara itu, kabar terbaru, pemerintah merespon bahwa istana dapat dipastikan tidak ada data atau dokumen rahasia negara yang dicuri.

Berdasarkan berita dari kompas TV, perwakilan dari istana, Heru menyatakan dokumen ataupun surat rahasia presiden sudah terenkripsi secara berlapis, bahkan kata sandi pun sudah dilakukan pengubahan hingga tidak akan terjadi kebocoran dokumen BIN yang dikirim kepada presiden.

Bahkan Ruby, ahli Digital Forensik mengatakan, penjulan data yang dilakukan oleh hacker Bjorka bukanlah dokumen kepresidenan maupun BIN.***(Dini Hermawati/AyoBandung.com)

Reporter Redaksi
Editor Fathul Amanah