Nasional

Sebelum Merdeka pada 17 Agustus 1945, Ternyata Indonesia Pernah Memiliki 7 Nama Lain

Oleh: Redaksi Selasa 09 Agu 2022, 17:52 WIB
Indonesia punya 7 nama sebelum 17 Agustus 1945

AYOJAKARTA.COM –  Indonesia memproklamasikan kemerdekaaannya pada 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan ini diraih dengan banyak perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Kini 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya.

Melalui peringatann ini, rakyat Indonesia diajak untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan,mendoakannya dan yang pasti melanjutkan perjuangan mereka saat ini.

Tentunya dengan peran mereka masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan bermasyarakat.

Baca Juga: Mbah Moen Sebut Seseorang Harus Sudah Menikah di Umur 28 Tahun, Jika Tidak Ini Akibatnya

Tapi taukah kamu, ternyata Indonesia sudah memiliki beberapa nama atau sebutan lain sebelum kemerdekaan  17 Agustus 1945.

Apa sajakah namanya dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Simak ulasan legkapnya seperti dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Angka dan Data Channel pada Selasa (9/8/2022).

Berikut ulasannya:

  1. Dwipantara

Pertama kali Indonesia ini bernama Dwipantara.

Nama Dwipantara terdapat dalam catatan kuno bangsa India.

Seperti diketahui dahulu Indonesia memiliki banyak kerajaan Hindu dan agama Hindu bersasal dari India.

Hindu sendiri mulai masuk ke Indonesia pada 78 masehi.

Dwipantara berasal dari dua bahasa Sangskerta yaitu Dwipa yang berarti pulau dan Antara berarti luas atau seberang.

Sehingga Dwipantara memiliki arti sebagai kepulauan tanah seberang.

Baca Juga: Gado-Gado dan Pecel Masuk Daftar Salad Terbaik Dunia, Salad Indonesia Lainnya Ini Nggak Kalah Enak

  1. Nusantara

Setelah berabad-abad, nama Dwipantara lantas berubah menjadi Nusantara.

Nusantara kala itu terkenal sebagai sumber rempah-rempah.

Sebutan Nusantara ini digunakan pertama kali di masa kerajaan Majapahit.

Hal tersebut bisa dilihat dari isi Sumpah Palapa yang diucapkan mahapatih Gajah Mada Tahun 1336.

Pada masa kerajaan Majapahit kala itu, meliputi seluruh wiliyah Nusantara dengan politik luar negeri yang dikenal dengan "Persahabatan denga Tetangga"

Hal ini juga dikuatkan dan tercatat pada Buku Nagarakertagama karya Mpuh Prapanca.

Dikisahkan bahwa Gajah Mada menjadi pelopor yang menyatukan Nusantara yang pernah terpecah berabad-abad lamanya.

Selain itu, nama Nusantara sendiri hingga kini masih digunakan dan sering diucapkan sebagai julukan bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: 11 Poster Kemerdekaan Indonesia 77 Siap Download, Bisa Edit dan Langsung Cetak

  1. Hindia

Pada tahun 1494 nama Nusantara lantas berganti menjadi Hindia.

Pergantian nama itu terjadi setelah kedatangan bangsa Eropa.

Nama Hindia diberikan khusus oleh penjelajah asal Portugis, yaitu Vasco da Gama yang menemukan pulau Indonesia.

Kala itu, Vasco da Gama mencari rempah-rempah dari Eropa melalui India.

Kemudian ia menemukan gugusan kepulauan yang diberi nama Hindia karena berbatasan dengan Samudera Hindia.

  1. Hindia Belanda

Kemudian, tahun 1596 bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan Hindia. 

Sehingga nama Hindia berubah menjadi Hindia Belanda.

Penambahan kata Belanda dipakai sebagai penegasan bahwa Hindia (Indonesia kini) merupakan wilayah kekuasaan Belanda.

Baca Juga: Ini Contoh Biantara atau Pidato Bahasa Sunda tentang Kemerdekaan Indonesia ke-77 untuk 17 Agustus

  1. Insulinde

Hingga pada tahun 1860 seorang penulis ternama Belanda bernama Douwes Dekker mengusulkan nama baru untuk Hindia Belanda.

Ia mengaku jijik mendengar nama Hindia Belanda karena negara tersebut membuat perlakuan buruk terhadap warga Indonesia.

Sehingga saat itu, nama Hindia Belanda mendapatkan stigma buruk di mata internasional.

Douwes Dekker juga sering mengkritik perlakuan penjajah Belanda pada rakyat Indonesia hingga ia mengusulkan nama baru yaitu Insulinde.

Insulinde berasal dari kata Insula yang berarti kepulauan dan Insulinde memiliki arti kepulauan Hindia.

  1. Kepulauan Melayu

Kemudian pada 1869 seorang penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yakni Kepulauan Melayu.

Diberi nama tersebut karena Pulau Melayu yang menguasai lautan saat itu.

Wilayah yang masuk Kepulauan Melayu tidak hanya Indonesia tapi juga Singapura dan Malaysia.

Baca Juga: Mengenal Telok Abang, Tradisi Sambut Kemerdekaan di Palembang. Unik Banyak Disukai Anak-anak

  1. To-Indo

Tahun 1942 Indonesia dikuasai oleh negara Jepang.

Selama masa penjajahan itu Indonesia bernama To-Indo yang dalam Bahasa Jepang berarti Hindia Timur.

Selama masa kekusaan Jepang, To-Indo dipakai secara resmi untuk menamakan wilayah taklukan mereka dari 1942-1945.

Tiba waktu di tahun 1945, kala itu bangsa Belanda masih berusaha mengusai kembali Indonesia setelah berakhirnya kedudukan Jepang.

Namun berkat perjuangan rakyat dari Sabang sampai Merauke, Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945 dan memakai nama Indonesia secara resmi sebagai nama negara yang kita cintai.

Sebagai informasi, nama Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1850.

Nama Indonesia itu diperkenalkan oleh James Richardson Logan dan Geroge Samuel ilmuan asal Inggris.

Baca Juga: 6 Tradisi Unik Sambut 17 Agustusan di Berbagai Daerah di Indonesia

Keduanya menyebut kepulauan Hindia dengan sebutan Indonesia dalam majalah ilmiah tahunan mereka yang terbit di Singapura dengan judul "The Indian Archipelago and Estern Asia".

Nama Indonesia sendiri berasal dari dua suku kata Bahasa Yunani yaitu Indus yang berarti Hindia dan Nesos berarti kepulauan.

Demikian ulasan terkait nama-nama yang pernah dimiliki Indonesia hingga kini perjalanannya  akan merayakan HUT ke-77. Salam merdeka!

 

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati