Nasional

Kuburan Bansos Presiden di Depok, Ada 3,4 Ton Beras, Sagu dan Telur Dipendam

Oleh: Redaksi Rabu 03 Agu 2022, 12:17 WIB
Penguburan Bansos Presiden di Depok.

AYOJAKARTA.COM—Polda Metro Jaya dan Tim Inspektorat Kementerian Sosial (Kemensosa) melakukan pengecekan kasus kuburan paket bantuan sosial (Bansos) Presiden Joko Widodo di sebuah lahan tak jauh dari gudang JNE, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022).

Dari hasil pengecekan disebutkan ada sebanyak 3,4 ton beras yang dikubur. Selain beras yang sudah tercecer ataupun masih dalam karungan, ditemukan pula sagu dan telur.

Baca Juga: Mima Shafa, Anak Mona Ratuliu Coba Bunuh Diri karena Alami Depresi 7 Tahun Lamanya. Kuncinya Bertahan!

Pantauan Suara.com, Rabu (3/8/2022), terlihat Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis dan Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar hadir di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak hanya itu, terlihat pula pihak lain seperti Kementerian Sosial, JNE, hingga pemilik lahan bernama Rudi Samin berada di lokasi.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis saat melakukan pengecekan ke lokasi, Rabu (3/8/2022) menjelaskan dari informasi yang diperolehnya, muncul data 3,4 ton beras yang dipendam.

"Hasil sementara yang kami dapat dari keterangan JNE, itu 3,4 ton," kata Kombes Auliansyah.

Baca Juga: Link Trailer dan Jadwal Rilis Sayap-Sayap Patah Nicholas Saputra dan Ariel Tatum Terinspirasi Kisah Nyata

Untuk mengolah informasi lebih lanjut, tegas Auliansyah pihaknya meminta keterangan ahli guna memastikan apakah ada barang lain selain beras yang terpendam di lahan tersebut.

Masih terlihat garis polisi membentang tak jauh dari lubang yang digali sebagai tempat pemendaman paket Bansos. Petugas juga terlihat membuka terpal yang berada di dekat garis polisi untuk melihat kondisi beras yang ada.

Seperti diketahui kuburan Bansos itu terungkap dari ahli waris pemilik lahan yang bernama Rudi Samin. Rudi mengaku mendapat laporan dari salah satu rekannya yang bekerja di JNE. JNE sendiri menyewa lahan tersebut sebagai kantornya.

“Saya dapat informasi dari orang dalam JNE yang katanya ada pemendaman sembako,” ujarnya.

Baca Juga: 15 Link Download Twibbon HUT RI Ke-77, Cocok Untuk Dibagikan ke Media Sosial

Berangkat dari rasa penasaran tersebut, Rudi samin kemudian melakukan penelusuran informasi itu dengan menggali sebagian lahan.

“Saya telusuri sehari tidak dapat,” katanya.

Kemudian Rudi Samin teringat seseorang berinisial S yang juga pernah bekerja di gudang JNE cabang Depok itu. Rudi Samin mengatakan, S adalah mantan pekerja JNE yang sempat ia tolong karena pernah dituduh mencuri.

"Saya penasaran, maka saya cari, sampai dua hari. Nah hari ketiga saya dapat dengan menggunakan beko,” sambungnya.

Baca Juga: Nepal Berhasil Tingkatkan Populasi Harimau hingga Tiga Kali Lipat, Bagaimana dengan Harimau Sumatera?

Saat di lapangan, Rudi mengungkapkan aroma yang tidak enak muncul, karena sembako-sembako yang dikubur disitu sudah membusuk. Rudi yakin beras-beras yang ditemukannya merupakan bantuan Presiden karena ada labelnya, bertuliskan “bantuan presiden yang dikoordinir Kemensos (Kementerian Sosial)”.

"Beras itu masih ada yang karungan, sagunya juga ada.”

Senada, Inspektorat Kementerian Sosial (Kemensos)  Dadang Iskandar mengungkapkan kondisi di lapangan seperti bau telur busuk.

“Jadi kalau dilihat dari kondisi yang ada, ini sebenarnya bukan hanya beras saja, tapi ada tepung dan telur,”kata Dadang, Selasa (2/8/2022) dikutip dari Suarajakarta.id, Rabu(3/8/2022).

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati