TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Selasa (22/12/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 6.347 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 678.125 kasus.
Angka itu termasuk 105.146 kasus aktif, 552.722 total kasus sembuh dengan penambahan 5.838 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 20.257 kasus meninggal dunia dengan penambahan 172 kasus meninggal. Tidak hanya itu, hari ini juga tercatat ada 69.343 orang yang masuk dalam kategori suspek dengan jumlah sample sebanyak 49.806.
Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
AYO BACA : Rapid Test Antigen di Stasiun Gambir, 9 Orang Positif Covid-19
16 Desember: 6.725 kasus
17 Desember: 7.354 kasus
18 Desember: 6.689 kasus
19 Desember: 7.751 kasus
AYO BACA : Jabar Ajukan 30,4 Juta Vaksin Covid-19 ke Pemerintah Pusat
20 Desember: 6.982 kasus
21 Desember: 6.848 kasus
22 Desember: 6.347 kasus
Pemerintah akhirnya mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 dapat diakses untuk seluruh warga negara Indonesia secara gratis. Hal ini diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan persnya, Rabu (16/12/2020).
Pernyataan tersebut mengubah rencana pemerintah yang tadinya akan membagi kelompok vaksinasi ke dalam dua bagian, yaitu vaksin gratis dan vaksin mandiri. Jokowi memutuskan vaksin gratis untuk seluruh warga setelah adanya perhitungan ulang anggaran negara.
Sebelumnya, banyak masyarakat dan kelompok tertentu yang mendesak agar pemerintah mau memberikan vaksin gratis kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini menyusul karena banyaknya negara yang menggratiskan vaksinnya untuk warga negaranya, tanpa terkecuali.
Selain itu, Jokowi juga mengatakan akan menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19. Hal ini untuk menumbuhkan rasa percaya pada masyarakat bahwa vaksin tersebut memang terbukti aman dan efektif.
AYO BACA : Ingin Wisata ke Bogor, Wisatawan Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen