TEBET, AYOJAKARTA.COM – Guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) akan segera mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT). Teruntuk guru Raudhatul Athfal (RA)/Madrasah, saat ini sebanyak 543 ribu data guru dan tenaga pendidik honorer siap jadi calon penerima dana subsidi.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain data tersebut merupakan rincian dari total 745 ribu data ribu guru, tenaga kependidikan, dan dosen non-PNS (honorer) binaan Kemenag yang tervalidasi BP Jamsostek untuk siap dicairkan BLT atau BSU.
“Saat ini, hasil validasi BP Jamsostek sedang diajukan ke Kemenkeu untuk mendapatkan bantuan subsidi gaji,” sambungnya.
Menurut Zain, bersamaan dengan pengajuan hasil validasi BP Jamsostek ke Kemenkeu, pihak Itjen Kemenag selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) melakukan review sebagai bagian dari pengawasan internal.
"Kita semua berkewajiban mengawal program ini dari hulu sampai hilir. Bantuan ini sebagai wujud keperpihakan pemerintah kepada warganya, terlebih di tengah pandemi Covid 19," ujarnya.
Zain lebih lanjut menjelaskan rincian 745 ribu data guru dan tenaga pendidik honorer yang tervalidasi BP Jamsostek tersebut, yakni 93 ribu guru pendidikan Agama Islam, 17 ribu dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan 2 ribu ustadz pendidikan Diniyah Formal (PDF) atau Satuan Pendidikan Muadalah (SPM).
AYO BACA : Kemenag Usul 864 Ribu Guru Honorer Dapat BLT (BSU)! Simak Dulu Gambaran Pencairan di Sini..
Kemudian, dosen Ma’had Aly ada 532 penerima, tenaga kependidikan RA/Madrasah 73 ribu penerima, tenaga kependidikan PTKI 7 ribu penerima, dan guru pendidikan Keagamaan Kristen 2 ribu penerima.
Lalu, untuk guru pendidikan keagamaan Katolik ada 2 ribu orang, guru pendidikan keagamaan Hindu 1,6 ribu orang, guru pendidikan keagamaan Buddha ada 832 orang, dan terakhir guru pendidikan keagamaan Khonghucu ada 141 orang.
Sebelumnya, Kemenag mengusulkan sebanyak 864 ribu guru dan tenaga pendidik honorer segera menerima BLT atau BSU yang akan diberikan selama tiga bulan, Oktober 2020 hingga Desember 2020.
“Kami usul total ada 864.840 guru non-PNS yang diusulkan untuk diverifikasi oleh BP Jamsostek,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Muhammad, Ali Ramdhani beberapa waktu lalu.
Sampai berita ini diturunkan, Ayojakarta belum mengetahui mekanisme penyaluran BLT atau BSU kepada guru honorer. Sebagai perbandingan, berikut ini alura pencairan bantuan pemerintah kepada pekerja dan buruh formal yang tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta:
Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.
AYO BACA : BLT Pekerja Formal Termin 1: Mengucur ke 12,4 Juta Penerima Terdampak Covid-19
Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.
Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.
Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melakukan checklist.
Keenam: Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.
Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.