Nasional

Penyaluran BLT Rp1,2 Juta Capai 94,82 Persen, yang Belum Cair Perhatikan 5 Sebab Kendala Ini!

Oleh: Admin Selasa 22 Sep 2020, 10:44 WIB
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Untuk mendongkrak konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang cukup menggoyangkan sektor ekonomi, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), penyaluran subsidi upah pekerja oleh pemerintah sudah mencapai 8,5 juta orang penerima atau sekitar 94,82% untuk tahap pertama hingga tahap ketiga dari total 9 juta orang penerima.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan total pekerja yang akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) jumlahnya 15,72 juta orang.

Total anggaran yang disediakan mencapai Rp37,87 triliun. Masing-masing pekerja yang lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan subsidi upah Rp1,2 juta selama empat bulan, terhitung dari akhir Agustus 2020 hingga Desember 2020.

Sementara itu, untuk BSU atau BLT tahap keempat, Kemnaker telah menerima 2,8 juta data calon penerima berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Selanjutnya, akan dilakukan checklist kelengkapannya sesuai kriteria Permenaker No.14 Tahun 2020.

“Untuk penyaluran tahap 4, kami lakukan secepatnya apabila proses cheklist yang membutuhkan waktu paling lama empat hari kerja telah selesai. Jadi, jika minggu kemarin data diserahkan ke kami pada Rabu, maka maka proses cheklist maksimal selesai Selasa (hari ini)," ujar Ida.

AYO BACA : Perhatikan! BLT Pekerja Rp1,2 Juta Tak akan Cair ke-5 Jenis Rekening Ini

Setelah melalui checklist, data kemudian diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang akan menyalurkan BSU atau BLT tahap keempat kepada bank penyalur, yakni bank yang menjadi anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Selanjutnya, bank Himbara akan menyalurkan uang subsidi upah pekerja sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu ke rekening penerima secara langsung, baik ke rekening bank sesama Himbara maupun bank swasta seperti BCA.

Ida merinci, penyaluran BSU atau BLT tahap pertama telah mencapai 2,4 juta orang penerima atau 99,38% dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang. Kemudian, untuk tahap kedua  telah mencapai 2,9 juta orang penerima atau 99,34% dari total penerima sebanyak 3 juta orang. Lalu, tahap ketiga telah mencapai 3,06 juta orang penerima atau 87,70% dari total 3,5 juta orang.

Diketahui, dalam proses pencairan subsidi upah terdapat sejumlah kendala atau masalah. Untuk, itu Kemnaker meminta agar calon penerima BSU atau BLT mengecek kembali rekening yang didaftarkan. Sebab, masih ditemukan 5 masalah terkait rekening calon penerima.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @kemnaker, 5 kendala ini yang sebabkan BSU atau BLT Rp1,2 juta tak bisa segera dicairkan :

AYO BACA : Pencairan KJP Plus September 2020 Terus Jadi Pertanyaan, Cair Kapan? Apakah Oktober?

Cek Rekeningmu Yuk Rekanaker! Karena masih ditemukan berbagai kendala dalam penyaluran Bantuan Subsidi Gaji/Upah

1. Rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)

2. Rekening yang sudah tidak aktif

3. Rekening Pasif

4. Rekening yang tidak terdaftar

5. Rekening telah dibekukan oleh bank

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kendala belum cairnya uang BSU atau BLT ke rekening masing-masing calon penerima, kalian diminta memastikan rekening yang didaftarkan. Pasalnya, kendala ini juga menjadi salah satu masalah yang menyebabkan subsidi upah untuk para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tak kunjung cair.

AYO BACA : BLT PEGAWAI HONORER: 1,8 Juta Guru Honorer Bakal Disediakan Program Baru Mirip Subsidi Upah!

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono