Nasional

PENCAIRAN BLT PEKERJA & BLT PEGAWAI HONORER: Fakta dan Data Terakhir Termasuk Proses Transfer ke Rekening Bank BCA & Swasta

Oleh: Admin Selasa 15 Sep 2020, 13:15 WIB
Presiden Joko Widodo menyapa pekerja formal yang menerima bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), dalam acara di Istana Negara, 27 Agustus 2020/twitter @BPJSTKinfo

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Program bantuan subsidi upah (BSU), kemudian disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal menjadi sesuatu yang begitu dinanti-nanti banyak orang. Berbagai pertanyaan muncul terkait dengan proses pencairan bantuan tersebut kepada calon penerima, termasuk mereka yang menggunakan rekening Bank BCA dan bank swasta lain.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hiingga 10 September 2020, penyaluran uang bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja telah disalurkan kepada 5,2 juta orang.

Penyaluran BLT atau BSU tahap pertama akan ditransfer kepada 2,5 juta orang calon penerima, tahap kedua kepada 3 juta orang, dan tahap ketiga kepada 3,5 juta orang.

Program BSU atau BLT tersebut diberikan kepada pekerja swasta bergaji di bawah Rp5 juta sebesar Rp600 ribu. Skema bantuan Rp600 ribu ini diberikan selama empat bulan dan dibagikan dalam dua kali pencairan. Jadi, pekerja mendapat BSU atau BLT senilai Rp1,2 juta dalam sekali pencairan dari total Rp2,4 juta yang akan diberikan.

Nah, berikut fakta-fakta yang dirangkum Ayojakarta mengenai pencairan BSU atau BLT pekerja:

1. BLT PEGAWAI HONORER

Kementerian Bidang Perekonomian sedang mendalami kemungkinan BSU atau BLT untuk para pekerja honorer seperti instruksi Presiden Joko Widodo. Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa belum semua pegawai honorer mendapatkan BSU atau BLT.

“Pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan (BLT), karena sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah mendapatkan bantuan melalui data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Airlangga dalam siaran pers virtual, Senin (14 September 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Berdasarkan penelusuran Ayojakarta, jumlah pegawai honorer di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 4,286 juta orang. Awalnya, pegawai honorer atau karyawan non-ASN di lembaga negara tidak masuk dalam kriteria penerima BLT yang kemudian disebut BSU. Namun, pemerintah memperluas cakupan calon penerima bantuan Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan tersebut.

2. PENCAIRAN BLT TAHAP 1 & 2

Kemnaker mencatat hingga 10 September 2020 penyaluran BLT atau BSU untuk pekerja formal tahap 1 dan tahap 2 telah tersalurkan ke 5,24 juta orang atau 95,4% dari 5,5 juta orang.

“Proses pencairan terus dipercepat. Namun, tetap harus melalui proses cek dan ricek agar tidak terjadi kesalahan data penerima sehingga program bantuan subsidi upah ini tepat sasaran,” kata Kepala Biro Humas Kemenaker, Soes Hindharno, dalam keterangan resminya, Minggu (13 September 2020).

Rincian dari yang sudah tersalurkan untuk BSU atau BLT yaitu penyaluran tahap 1 mencapai 2,4 juta orang atau 99,17% dari total penerima 2,5 juta orang. Sementara itu, pada tahap 2 sudah dikirimkan kepada 2,7 juta orang atau 92,30% dari total penerima sebanyak 3 juta orang.

3. PENYALURAN BLT TAHAP 3

Terkait dengan pencairan tahap ketiga yang menjaring 3,5 juta orang, Kemnaker membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan pemeriksaan ulang data atau checklist karena jumlah yang lebih besar dibandingkan tahap pertama dan tahap kedua.

“Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) kami gunakan 4 hari kerja itu secara maksimal untuk lakukan cek dan ricek data pekerja yang diserahkan BPJamsostek pada Selasa, 8 September 2020,” ungkap Soes.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

4. BPJAMSOSTEK KANTONGI 14,5 JUTA REKENING

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebutkan sebanyak 14,5 juta rekening terdaftar sebagai calon penerima BSU atau BLT dari Kemenaker. Data itu berdasarkan perhitungan lembaga yang sekaran lebih sering disebut BPJamsostek sampai dengan 8 September 2020.

Dari data tersebut, secara otomatis sistem melakukan validasi dengan sistem di perbankan. “Validasi itu meliputi kecocokan nomor rekening, nama yang ada di BPJamsostek dengan yang tercatat di bank,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (9 September 2020).

Menurut Agus, dari 14,5 juta rekening, sebanyanyak 14,3 juta di antaranya terverifikasi pihak perbankan. Kemudian, ada sekira 200 ribu nomor rekening yang masih dalam proses validasi dan 19 ribu lainnya tidak valid.

5. BSU DIPERPANJANG HINGGA 2021

Pemerintah bakal melanjutkan kembali program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan. Salah satu program yang akan ada lagi pada 2021 adalah program subsidi upah.

“Bantuan untuk subsidi upah. Itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan (22021),” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (7 September 2020).

6.PEMILIK REKENING BANK SWASTA TERMASUK BCA

Para calon penerima BLT untuk pekerja atau buruh formal yang mengajukan nomor rekening bank swasta termasuk Bank BCA untuk menerima bantuan tersebut dipastikan harus menunggu lebih lama.

Pasalnya, BLT disalurkan oleh Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN. Nah, bagi calon penerima yang memiliki rekening bank swasta termasuk BCA harus menungguu proses tambahan yakni transfer antarbank yang harus melalui proses kliring.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

Reporter Admin
Editor Eries Adlin