LUBUKLINGGAU, AYOJAKARTA.COM - Jenazah korban corona di Lubuklinggau dipermasalahkan keluarga lantaran pemakaman yang diterapkan tidak sesuai dengan syariat islam. Itu memicu polemik dan menimbulkan keresahan baru.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lubuklinggau Syaiful Hadi Maafi mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada gugus tugas penanganan terutama urusan pemakaman dapat membetulkan arah kiblat dari makam jenazah corona. Jenazah itu dimakamkan dengan prosedur penanganan korban Covid 19 tersebut.
Syaiful mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan memperbaiki posisi makam tersebut.
AYO BACA : IN MEMORIAM JAKOB OETAMA: Penyuka Sandal dan Tutur Kata Halus
“Iya sudah ada pembahasannya dan akan dilakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakamenag) Lubuklinggau, Azhari Rahardi mengatakan jika pihaknya juga baru mengetahui atas keluhan masyarakat tersebut.
Sehingga, diperlukan pembahasan bersama akan hal tersebut terutama pada MUI dan Gugus Tugas dari pemerintah daerah.
AYO BACA : Terjangkit Covid-19, Penyanyi Yopie Latul Meninggal Dunia
"Sangat perlu dilakukan pembahasan. Dilakukan perbaikan secepatnya," ujar dia.
Akan tetapi proses perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.
Dia berpendapat posisi mayat di dalam makam jika sudah tegak lurus dengan arah kiblat di sebelah kanan maka sudah bisa dinyatakan benar berdasarkan syariat islam.
"Sebenarnya bisa dengan cepat diperbaiki, tinggal mengetahui posisi yang benar," kata dia.
Pemerintah Kota Lubuklinggau juga memastikan akan kembali berkordinasi dengan MUI, pihak rumah sakit agar penanganan dan status pasien dapat diketahui sebelum pemakaman dilaksanakan oleh petugas gugus tugas penanganan covid 19.