Nasional

Polisi Dinilai Sulit Ungkap Aktor Intelektual Kasus Novel Baswedan

Oleh: Admin Kamis 07 Nov 2019, 21:42 WIB
Direktur Eksekutif Setara Institute Bonar Tigor Naipospos/Ayojakarta.com-Dhika Alam Noor

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum menemukan titik terang hingga kini.

Setara Institute berharap Kepala Polri Jenderal Idham Azis bisa mengungkap kasus itu segera.

''Saya sangat berharap. Apalagi kalau pengakuan mereka (polisi) telah menemukan bukti-bukti signifikan. Tapi saya menduga yang akan diproses pelaku lapangan,'' ujar Direktur Eksekutif Setara Institute Bonar Tigor Naipospos di Kawasan Menteng, Kamis (7/11/2019).

Sementara untuk menangkap aktor intelektual cenderung sulit karena ada beberapa tahap yang mesti dilalui. Sehingga sulit jika membongkar secara menyeluruh.

''Ini tergantung pada kepolisian nanti. Kalau berhasil memproses pelaku lapangan apakah akan mengejar aktor intelektual karena butuh bukti lebih jauh untuk dikembangkan, tidak gampang,'' kata Bonar.

Kasus yang sudah berjalan dua tahun lebih itu tentu mendapat perhatian cukup besar dari publik. Bonar menduga Jenderal Idham Azis kini berada dalam tekanan berat untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

''Tentu, karena sekarang bukan hanya publik yang menekan tapi presiden terus menerus melakukan batas waktu,'' ujar Tigor. 

Presiden Joko Widodo sendiri memberi tenggat waktu hingga awal Desember 2019 untuk menuntaskan kasus tersebut. Harapan publik pun cukup besar terhadap orang nomor satu di Indonesia itu. 

''Jokowi mengerti betul bahwa ini kasus kalau tak ada penyelesaiannya itu akan merugikan dirinya. Karena publik sangat mengharap Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini,'' kata Tigor. 

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo