AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Keputusan ini langsung menuai sorotan publik, namun menariknya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD justru memberikan apresiasi terhadap langkah tersebut.
Purbaya menilai, penggunaan APBN untuk membayar utang proyek yang dikelola oleh Danantara bukanlah keputusan yang bijak.
Baca Juga: Punya Spesifikasi Gahar, Harga Laptop Advan Workplus Air Disebut Kemurahan
Pasalnya, perusahaan tersebut sudah memperoleh dividen dari berbagai BUMN hingga mencapai Rp80 triliun, yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan kewajiban mereka.
Sebagai informasi, proyek Whoosh dibangun dengan total investasi US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,5 triliun (kurs Rp16.186 per dolar AS). Angka ini membengkak dari proposal awal China pada 2015 sebesar US$5,13 miliar.
Sekitar 75 persen dari total dana tersebut berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya merupakan setoran modal dari konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60 persen) dan Beijing Yawan HSR Co Ltd (40 persen).
Keputusan Purbaya untuk tidak memakai APBN mendapatkan respons positif dari Mahfud MD. Melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hak dan pilihan kebijakan seorang menteri.
“Ya itu pilihan dia. Ini kan pilihan kebijakan. Setiap pejabat punya waktu terbatas, jadi harus memilih prioritas. Itu hak dia sebagai menteri,” ujar Mahfud.
Meski begitu, Mahfud tetap memberi catatan kritis. Ia menilai Purbaya mungkin kurang memahami persoalan lain seperti utang BLBI, yang menurutnya masih menjadi tanggung jawab negara.
“Saya tetap berpikir bahwa Pak Purbaya ini tidak begitu paham masalah BLBI. Itu hutang resmi dengan surat pengakuan, dan masih banyak yang mau bayar,” jelas Mahfud.
Namun Mahfud menegaskan bahwa perbedaan pandangan soal BLBI tidak mengurangi dukungannya terhadap sikap tegas Purbaya dalam menjaga keuangan negara. “Kita tidak boleh karena satu kebijakan lalu menganggap dia jelek. Dia baguslah, masih bagus,” tutup Mahfud.
Dengan langkah ini, pemerintah diharapkan bisa lebih fokus pada efisiensi fiskal tanpa menambah beban APBN, sekaligus menjaga integritas pengelolaan proyek strategis nasional seperti Whoosh.***