AYOJAKARTA.COM - Pembangunan MRT Jakarta fase 2 terus menunjukkan kemajuan signifikan. Dilansir dari akun Instagram resmi MRt akarta, per 25 September 2025, progres konstruksi paket CP202 fase 2A telah mencapai 58,37 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 54,92 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa pengerjaan fisik dan finishing arsitektural di lapangan berjalan lebih cepat dari jadwal. Pada akhir September 2025, dua Tunnel Boring Machine (TBM) atau mesin bor terowongan berhasil menyelesaikan pembangunan terowongan bertingkat antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar.
Selanjutnya, kedua mesin tersebut akan melanjutkan pengeboran menuju Stasiun Mangga Besar, sebagai bagian dari jaringan bawah tanah fase 2A.
Baca Juga: Mandiri Bakti Kesehatan Sasar 7.000 Penerima Manfaat di 12 Wilayah Indonesia
Sementara itu, paket kontrak CP205 telah mencapai 26,116 persen. Seluruh material rel sudah tiba di lokasi proyek dan siap untuk dipasang.
Tim MRT Jakarta bersama kontraktor juga tengah memproduksi bantalan rel (pre-stressed concrete sleeper) sebagai elemen penting dalam konstruksi rel bawah tanah.
Di sisi lain, paket CP206 yang berkaitan dengan rolling stock (ratangga) masih dalam tahap market sounding sebelum proses re-bidding, dan paket CP207 untuk sistem pembayaran otomatis (Automatic Fare Collection) sedang dalam tahap klarifikasi dokumen tender.
Fase 2 MRT Jakarta sendiri membentang sepanjang 11,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Ancol Barat. Proyek ini melanjutkan jalur fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) yang telah beroperasi sejak 2019.
Baca Juga: Wacana Tarif TransJakarta Naik Menjadi Rp5.000, DPRD DKI Jakarta: Komisi B Meminta Dasar Kajian
Dengan penyelesaian fase 2, jalur utara–selatan MRT Jakarta akan memiliki total panjang 27,8 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Lebak Bulus hingga Kota. Sistem operasi akan menggunakan CBTC (Communication-Based Train Control), memastikan keamanan dan efisiensi perjalanan.
Pembangunan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana diatur dalam Perpres No. 56 Tahun 2018 serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1713 Tahun 2019. Fase 2 dibagi menjadi dua bagian:
- Fase 2A: tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) sepanjang 5,8 km.
- Fase 2B: dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) serta depo Ancol Marina sepanjang 6 km, yang saat ini masih dalam tahap studi kelayakan.
Dengan laju pembangunan yang melampaui target, proyek MRT Jakarta fase 2 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga ibu kota.***

Share this article
Proyek Konstruksi MRT Jakarta Fase 2 Jalur Utara - Selatan Sudah Sampai Mana? Intip Perkembangannya